Begini Kronologi Pembegalan di Kapau Agam Menurut Korban

- Kamis, 2 Desember 2021 | 16:55 WIB
Hirja Winata (49), korban pembegalan di Kapau Agam saat menjalani perawatan pasca operasi di RS Achmad Mochtar Bukittinggi
Hirja Winata (49), korban pembegalan di Kapau Agam saat menjalani perawatan pasca operasi di RS Achmad Mochtar Bukittinggi

Menurut korban, ia tidak menaruh kecurigaan terhadap R, karena ia beranggapan pelaku masih muda dan cukup sopan.

Ke lokasi tersebut, R datang berdua dengan rekannya. Setelah R naik ke kendaraan korban, rekan korban yang mengantarkannya pergi ke arah Rumah Potong Hewan Bukittinggi.

Dari sana, R dan korban bertolak ke arah Kapau dimana ke daerah itulah pelaku minta diantarkan.

Sesampai di tempat penggilingan padi di daerah Kapau, ternyata rekan R yang berinisial H, sudah menunggu kedatangan korban dan rekannya.

Saat korban menghentikan sepeda motornya, R turun dan berjalan menghampiri H.

Korban bercerita, dari obrolan kedua pelaku, samar-samar ia mendengar bahwa pelaku R meminta uang untuk membayar ojek korban.

"Dia turun menghampiri temamnya, saya dengar dia bicara 'pitih den dak ado, lai pitih ang?' (uang saya tidak ada, kamu ada uang)," tutur korban yang kerap disapa Nata tersebut.

Tidak berselang lama setelah obrolan singkat itu, tiba-tiba korban dicekik oleh pelaku R dari belakang. Dengan tubuh R yang cukup besar, dan usaha mencekik korban yang cukup keras, menyisakan luka dan bekas cekikan di sekitar leher korban.

Dalam posisi tersebut, H mengarahkan sebilah pisau yang dibawanya ke arah perut korban dengan tujuan menghabisi nyawa korban.

"Dia mau tusuk perut saya. Saya melihat kilatan pantulan cahaya dari pisau, saya reflek tangkap pisau itu supaya tidak kena perut," ujarnya.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

Pemko Pariaman Lakukan Pengamanan Aset Daerah

Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:48 WIB

Volume Sampah Kota Pariaman Alami Peningkatan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:17 WIB
X