Berikan Pelatihan, Dedi Fatria Boyong Pengurus Masjid Jogokariyan ke Bukittinggi

- Kamis, 2 Desember 2021 | 23:04 WIB
Dedi Faria,SH anggota DPRD Bukittinggi dari PPP.
Dedi Faria,SH anggota DPRD Bukittinggi dari PPP.


HARIANHALUAN.COMDedi Fatria, tokoh muda dan anggota DPRD Kota Bukittinggi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP),  bikin terobosan baru dalam pengalokasian kegiatan dalam pokok-pokok pikirannya pada APBD 2021.

Tokoh muda ini melaksanakan Pelatihan Management Masjid bagi 46 pengurus masjid di kota Bukittinggi. Tidak  tanggung-tanggung, Dedi  memboyong dua orang narasumber dari Masjid Jogokariyan, Jogjakarta, masjid yang tersohor dengan kehebatan pengelolaannya itu.

"Materi pelatihan meliputi pengelolaan management masjid dan pengelolaan administrasi keuangan masjid," jelas Dedy Fatria kepada harianhaluan.com, Kamis (2/12/2021) .

Kegiatan ini juga diawali oleh penyampaian materi tentang problematika pengelolaan masjid di Bukittinggi dari Ketua MUI Bukittinggi DR.H Aidil Alfin M. Ag. dan akan ditutup dengan materi tentang Fiqh Masjid oleh Ketua MUI Sumatera Barat Buya H. Gusrizal Gazahar, Lc., M.Ag

 Dedi yang juga menamatkan jenjang pendidikan strata 1-nya di Jogjakarta ini,  menjelaskan bahwa ide kegiatan ini  dilahir berangkat dari pengamatannya  sebagai ketua pembangunan Masjid Tablighiyah, Garegeh, Bukittinggi.

Tablighiyah yang saat ini pembangunannya masih 40%, kata Dedi,  disiapkan menjadi Masjid representatif di Kota Bukittinggi, dengan brand sebagai Masjid Persinggahan bagi tamu dari luar daerah, tentu ini membutuhkan pengelolaan yang cukup profesional.

"Sebelum Masjid baru ini kita gunakan tentu segala sesuatunya harus kita siapkan dengan sangat baik. Oleh sebab itu kita perlu belajar banyak bagaimana pengelolaan yang profesional. Hal ini tentu juga sangat dibutuhkan oleh Masjid lainnya di Bukittinggi. Oleh sebab itu kita upayakan mendatangkan pengurus Masjid Jogokariyan yang cukup fenomenal di Indonesia," papar Dedi.

Namun demikian, kata Dedy, tentu perlu kita ketahui realitas budaya, kebiasaan, karakter masyarakat Minang dengan Jogja cukup  berbeda.

"Kita mungkin tidak bisa contoh semua yang ada di Jogokariyan untuk diterapkan di Bukittinggi, namun setidaknya kita bisa ambil sebagian yang bisa dilaksanakan sesuai kondisi kita," jelasnya.

Acara ini digelar selama dua hari di Ballroom hotel Pusako yang dibuka oleh Kepala Bagian Kesra Sekdako Bukittinggi juga dihadiri oleh Kepala Kemenag Kota Bukittinggi.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Rilis

Tags

Terkini

32 ASN Padang Panjang Terima Vaksin Booster

Kamis, 20 Januari 2022 | 21:13 WIB

Mengenal Sosok Fitriati, Pj Sekda Padang

Kamis, 20 Januari 2022 | 20:30 WIB

1,9 Juta Pengaduan Masuk ke SP4N LAPOR

Kamis, 20 Januari 2022 | 19:15 WIB
X