Penataan Pulau Penyengat, PKS: Harus Libatkan Sejarawan dan Budayawan Melayu

Dodi Caniago
- Jumat, 3 Desember 2021 | 00:25 WIB
Pulau Penyengat. Net
Pulau Penyengat. Net

 HARIANHALUAN.COM - Budayawan dan sejarawan Melayu serta tokoh masyarakat setempat harus dilibatkan dalam menata kawasan wisata sejarah pulau Penyengat, Kepri.

Menurut  politisi Partai Kedailan Sejahtera (PKS) yang juga  Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Raden Hari Tjahyono, niat Pemprov Kepri untuk menata kawasan wisata sejarah pulau Penyengat, sangat diapresiasi.

Baca Juga: Walau Pandemi Melandai, Jangan Abaikan Penerapan Prokes

Namun, dia mengingatkan penataan ini tidak menyentuh nilai-nilai sejarah pulau Penyengat.

Ia menganjurkan Pemprov Kepri untuk melibatkan secara aktif tokoh masyarakat Penyengat, Budayawan dan Melayu Kepri.

"Saya mengapresiasi langkah Pemprov Kepri untuk menata pulau Penyengat, anggarannya cukup besar. Saya tidak mau seperti proyek sebelumnya. Penataan ini harus membawa efek positif bagi masyarakat Pulau Penyengat dan tidak boleh menghilangkan unsur sejarah dan kebudayaan yang menjadi karakteristik khas Penyengat," kata Raden Hari Tjahyono, dikutip haluankepri.com, Kamis (2/12/2021).

Politisi PKS ini juga mengingatkan agar penataan pulau Penyengat untuk melibatkan semua elemen diantaranya sejarawan dan budayawan Kepri.

"Perlu dilibatkan semua pihak utamanya budayawan dan sejarawan di Kepri agar penataan ini tidak mengabaikan ciri khas kemelayuan yang ada di Pulau Penyengat," kata Raden Hari Tjahyono.

PKS, menurutnya mengambil atensi terhadap persoalan budaya dan sejarah.

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: haluankepri.com

Tags

Terkini

X