Pesisir Selatan Kembangkan Penyelenggaraan Transaksi Digital

Jefli Bridge
- Jumat, 3 Desember 2021 | 15:09 WIB

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Selatan, melalui Kabid Aplikasi dan Informatika (ApTika) Syafruddin mengatakan pihaknya akan membantu pengembangan akses internet untuk mendukung penyelenggaraan Transaksi Pasar Digital melalui QR Standar Indonesia, sebuah model pembayaran non tunai yang dikembangkan oleh Bank Indonesia di pasar dan pusat perbelanjaan di Kabupaten Pesisir Selatan

Pengembangan/penyediaan akses internet di pasar dan pusat perbelanjaan Kabupaten Pesisir Selatan itu dilakukan untuk mendukung program transaksi non tunai melalui aplikasi QR Standar Indonesia (QRIS) Bank Indonesia berkolaborasi dengan Asosiasi Pembayaran Indonesia dan otoritas pemerintah/pihak terkait. 

Pengembangan jaringan/akses internet ini sekaligus menandai dimulainya uji coba (pilloting) pasar transaksi digital melalui motode QR Standar Indonesia di Kabupaten Pesisir Selatan

Sumber bi.go.id menyebutkan, peningkatan kegiatan transaksi di pusat perbelanjaan pada akhirnya akan meningkatkan produktivitas sektor riil, seperti petani, produsen, maupun pedagang, yang akan membuat mulai pulihnya daya beli masyarakat sehingga mempercepat pemulihan ekonomi nasional. 

Yaris, Kasi Inprastruktur Teknologi Kumunikasi Infomasi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pesisir Selatan menjelaskan, pada program transakai pasar digital metode QRIS di Pesisir Selatan itu; Pasar Kambang dan Lakitan di Kecamatan Lengayang; dan, Pasar Balai Selasa di Kecamatan Ranah Pesisir - pihaknya hanya sebagai konsultan akses internet saja. 

QRIS, Kolaborasi Bank Indonesia -Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia 

Dikutip dari portal bi.go.id, Kode QR Standar Indonesia (bahasa Inggris: Quick Response Code Indonesia Standard, disingkat QRIS) adalah standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia yang bertujuan untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran nontunai di Indonesia. 

Sebelum QRIS dibuat, setiap penyelenggara jasa sistem pembayaran menyediakan kode QR yang berbeda-beda untuk tiap merchant. Merchant adalah individu atau kelompok yang berperan sebagai penjual barang dan/atau jasa yang memiliki physical store atau bentuk usaha toko fisik maupun toko online. 

Misalnya, pembeli harus memiliki GoPay jika merchant-nya hanya menyediakan kode QR GoPay. Karena dianggap tidak praktis, BI memutuskan untuk mengintegrasikan seluruh metode pembayaran, seperti GoPay, OVO, Dana, LinkAja!, ShopeePay, dan seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran yang terdaftar di Bank Indonesia. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: rilis

Tags

Terkini

X