BKKBN Sumbar Mendata 1,2 Juta Keluarga Lebih dari Setengahnya Pasangan Usia Subur

- Selasa, 7 Desember 2021 | 19:05 WIB
erwakilan Bkkbn Provinsi Sumbar berhasil mendata 1.201.691 Kepala Keluarga (KK) atau 99.30 persen dari target APBN 1.210.691 KK, pada Pendataan Keluarga (PK) 2021. Sebelumnya PK 2021 telah diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 1 April sampai 6 Juli 2021.
erwakilan Bkkbn Provinsi Sumbar berhasil mendata 1.201.691 Kepala Keluarga (KK) atau 99.30 persen dari target APBN 1.210.691 KK, pada Pendataan Keluarga (PK) 2021. Sebelumnya PK 2021 telah diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 1 April sampai 6 Juli 2021.


HARIANHALUAN.COM - Perwakilan Bkkbn Provinsi Sumbar berhasil mendata 1.201.691 Kepala Keluarga (KK) atau 99.30 persen dari target APBN 1.210.691 KK, pada Pendataan Keluarga (PK) 2021. Sebelumnya PK 2021 telah diselenggarakan secara serentak di seluruh Indonesia mulai tanggal 1 April sampai 6 Juli 2021.

Kepala Perwakilan Bkkbn Sumbar, Fatmawati menyebutkan, dari pendataan tersebut tercatat 51.26 persen diantaranya termasuk dalam Pasangan Usia Subur (PUS).

"Jumlah Pasangan Usia Subur (PUS) ada 709.389 atau 51,26 persen dari jumlah keluarga yang terdata di Sumatera Barat," kata Fatmawati, Selasa (7/12).

Dengan rincian di usia 15 - 19 tahun 0.56 persen, usia 20-24 tahun 5.79 persen, usia 25-29 tahun 14.67 persen, usia 30-34 tahun 19.00 persen, usia 35-39 tahun 22.08 persen, usia 40-44 tahun 20.14 persen, usia 40-59 tahun 17.76 persen.

Dikatakannya, lima Kabupaten/Kota dengan PUS terbesar yakni Kota Padang, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat dan Kab. Limapuluh Kota.

Pada saat pendataan keluarga, sebanyak 36.134 PUS atau 5.09 persen sedang dalam kondisi hamil. Selain itu jika berdasarkan PUS Hamil menurut kondisi 4T (Terlalu Muda, Terlalu Tua, Terlalu Banyak, Terlalu Dekat), 2.27 persen terdata dalam kondisi Terlalu Muda, 18.28 persen Terlalu Tua, 14.77 persen Terlalu Banyak, 13.43 Terlalu Dekat.

Pada PK 2021, Bkkbn menggunakan metode sensus dengan mendata seluruh keluarga yang menjadi target sasaran pendataan di Sumbar.

"Pendataan dilakukan melalui kunjungan rumah ke rumah dengan pengumpulan data. Dimana 30 persen menggunakan formulir dan 70 persen menggunakan smartphone," ucapnya lebih lanjut.

Selain itu, dari jumlah keluarga terdata, terdapat 15 Kabupaten/ Kota yang persentase cakupan pendataannya melebihi persentase provinsi dengan persentase cakupan tertinggi dicapai oleh Kabupaten Solok Selatan sebesar 100,44 persen.

Menurut Fatmawati, masih terdapat tantangan dalam meningkatkan cakupan dan kualitas data agar para pengambil kebijakan dan pengelola program di berbagai tingkatan dapat mengambil tindakan tepat atas dasar bukti dari data atau informasi yang dikumpulkan.

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Terkini

Pemko Pariaman Cek Kelayakan Kendaraan Dinas

Senin, 24 Januari 2022 | 17:47 WIB

Capaian Vaksin di Tanah Datar Mencapai 68 Persen

Senin, 24 Januari 2022 | 15:27 WIB

Wako Genius Umar Motivasi Siswa SMAN 5 Pariaman

Senin, 24 Januari 2022 | 14:50 WIB

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Solsel 46 Persen

Senin, 24 Januari 2022 | 14:17 WIB
X