Hingga Akhir November 2021, Bank Nagari Sudah Menyalurkan KPR FLPP untuk 1.159 Unit Rumah

- Rabu, 8 Desember 2021 | 19:09 WIB
Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad didampingi Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Gusti Candra
Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad didampingi Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Gusti Candra

 

PADANG, HARIANHALUAN.COM – Sepanjang Januari hingga akhir November 2021, Bank Nagari sudah menyalurkan KPR Bersubsidi FLPP (KPR FLPP) untuk 1.519 unit rumah. Jumlah itu terdiri dari 1.219 unit rumah di kantor-kantor cabang dan kantor cabang pembantu konvensional, serta 300 unit rumah di kantor-kantor cabang dan kantor cabang pembantu syariah.

“Nilai pembiayaan selama 11 bulan dalam tahun 2021 inimencapai Rp151 miliar, yang terdiri dari konvensional sebesar Rp124,6 miliar dan syariah Rp26,4 miliar,” kata Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad didampingi Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari Gusti Candra kepada Harianhaluan.com, Rabu (8/12).

Baca Juga: UUS Bank Nagari Raih Anugerah Syariah Republika 2021

Muhamad Irsyad menyebutkan, dengan capaian hingga akhir November tersebut, Bank Nagari berhasil mencapai target yang diberikan pemerintah di atas 100 persen. Bahkan pemerintah telah tiga kali memberikan tambahan kuota kepada Bank Nagari, karena minat dan permintaan konsumen yang sangat tinggi.

“Sebaran penyaluran adalah di seluruh Kantor Cabang Bank Nagari yang ada di Sumbar, yang mampu menjangkau seluruh kabupaten/kota bahkan sampai ke tingkat kecamatan dan kenagarian. Juga di wilayah Riau (Pekanbaru). Daerah yang paling tinggi serapan penyalurannya di Sumbar antara lain, Padang, Kota Pariaman, Kabupaten Padang Pariaman, Agam, Sijunjung, Pasaman Barat dan Kota Payakumbuh. Begitu juga Kota Pekanbaru memiliki serapan yang tinggi,” kata Muhamad Irsyad.

Ditambahkan Gusti Candra, sejak Bank nagari ikut serta dalam penyaluran KPR-FLPP, sampai saat ini tunggakan yang terjadi sangat kecil.

“Hal ini ditunjukkan dengan data bahwa dari 3.041 rumah yang dibiayai dengan KPR-FLPP sampai November 2021, yang menunggak atau bermasalah hanya 8 orang atau 0,26 persen.  Ini pun akan segera diselesaikan dengan berbagai cara penyelesaian, seperti penjualan rumah atau dibeli kembali (buy back) oleh pengembang,” kata Gusti Candra. (*)

Editor: Heldi Satria

Sumber: Atviarni

Tags

Terkini

X