Kemendes Tetapkan Lunang Silaut Pesisir Selatan Sebagai Daerah Potensi Pariwisata

- Senin, 13 Desember 2021 | 10:45 WIB
Mendes Abdul Halim Iskandar
Mendes Abdul Halim Iskandar

"Jadi, tidak semata mengemban tugas demografis, namun juga menyelesaikan masalah ekonomi, misi budaya, bahkan pelestarian kebhinnekaan Indonesia, dan keutuhan NKRI," terang pria yang akrab disapa Gus Halim itu.

Ia melanjutkan, program revitalisasi dibangun di atas 4 pilar, dengan konsep semangat gotong royong dan pendekatan terapreneur agar mampu menjadi kawasan transmigrasi yang mandiri.

Ke 4 pilar itu antara lain menciotakan rantai wirausaha yang dapat menjadikan putaran manfaat di dalam kawasan transmigrasi dengan mengidentifikasi produk unggulan dan kemudian dilakukan analisis prospek bisnisnya.

Kedua, menciptakan pasar nonkompetisi sebagai tempat memperkenalkan produk masing-masing. Ketiga, mendorong daya saing dan kemudian yang keempat adalah penamaan yang kuat, sehingga produk yang dihasilkan bisa menembus pasar domestik, maupun mancanegara.

"Dengan demikian, investor bisa masuk, tapi tetap masyarakat yang lebih berkuasa," terang Mendes.

Upaya tersebut dilakukan melalui inovasi transpolitan 4.0. Alasannya, pengembangan kawasan transmigrasi selama ini pada umumnya memakan waktu yang cukup lama, bahkan mencapai 30 tahun.

Karena itu, dirinya mengajak semua pihak menjadikan peringatan HBT sebagai salah satu momentum refleksi bersama demi kemajuan, kebangkitan, serta kemaslahatan Indonesia, khususnya warga transmigran yang tersebar dari Sabang sampai Merauke.

Ia meyakini, kerja sama lintas sektor mulai dari Kementerian/Lembaga, swasta, masyarakat, perguruan tinggi, serta media massa mampu mempercepat pengembangan kawasan transmigrasi.

"Pada kesempatan ini, kami atas nama pemerintah dan pribadi juga mengucapkan terima kasih pada pemerintah daerah dan masyarakat Pesisir Selatan atas suksesnya peringatan tahun ini," ujar Menteri.

Di Indonesia, konsep trnasmigrasi pertama kalinya diperkenalkan Presiden Soekarno, melalui artikelnya di Harian Soeloeh Indonesia pada 1927. Presiden ketika itu menyatakan transmigrasi sebagai program khas Indonesia.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Pesisirselatankab.go.id

Tags

Terkini

Gelar Rakerda, HIPMI Sumbar Bakal Bahas Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:23 WIB
X