Berangkat dari Tanjung Uban, Korban Tewas Kapal Terbalik di Johor Menjadi 16 Orang

Dodi Caniago
- Kamis, 16 Desember 2021 | 19:58 WIB
Mayat  penumpang kapal terdampar di pantai  Johor. (ist-haluankepri.com)
Mayat penumpang kapal terdampar di pantai Johor. (ist-haluankepri.com)

HARIANHALUAN.COM - Jumlah Korban tewas akibat kapal terbalik di perairan Negeri Johor, Malaysia terus bertambah. Hingga Kamis petang (26/12/2021), korban yang ditemukan sudah tak bernyawa lagi sebanyak 16 orang, dan 33 orang lagi belum ditemukan tim pencari.

Baca Juga: 60 Pekerja Migran asal Indonesia Tenggelam, 11 Orang Tewas

Dilansir dari tempo.co, hari ini tim pencari kembali menemukan lima mayat. Sebelumnya polisi Malaysia menemukan 11 mayat sehingga jumlah korban tewas hinga hari ini 16 orang.

Sekitar 50 orang penumpang kapal tersebut adalah Warga Negera Indonesia (WNI). Mereka diduga akan dimasukan ke Malaysia dari secara ilegal untuk mencari pekerjaan.

Mereka diduga diselundupkan dengan kapal yang berangkat dari Tanjung Uban, Riau, Indonesia.

Menurut kelompok hak asasi Migrant CARE yang berbasis di Jakarta, antara 100.000 dan 200.000 orang Indonesia masuk ke Malaysia secara ilegal setiap tahunnya. Mereka direkrut oleh sindikat perdagangan manusia.

Sebelumnya, Satuan tugas Konsulat Jenderal RI untuk Johor Baru, dalam keterangannya, menyebut kapal karam itu ditemukan petugas pengawas maritim Malaysia dan kepolisian Kota Tinggi Johor pada Rabu subuh, sekitar jam 05.00 waktu lokal. Kapal diduga bertolak dari Tanjung Uban, Riau.

“Didapati informasi bahwa kapal karam tersebut diduga membawa 50 WNI,” kata konsulat dalam keterangannya kepada media.

Sumber: tempo.co

Halaman:

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Tempo.co

Terkini

5 Tanda Alam Akan Terjadinya Erupsi Gunung Api

Senin, 5 Desember 2022 | 19:45 WIB
X