Sumbar Tiadakan Event Perayaan Natal 2021 dan Arak-arakan Tahun Baru 2022

- Selasa, 21 Desember 2021 | 21:55 WIB
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dalam rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar di Istana Gubernur, Selasa (21/12/2021).
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah dalam rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar di Istana Gubernur, Selasa (21/12/2021).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan tidak boleh ada keramaian lebih dari 50 orang dalam libur Natal dan Tahun Baru 2022, mulai 24 Desember 2021 sampai 2 Januari 2022.

"Sesuai Instruksi Mendagri, levelisasi daerah tidak jadi diberlakukan. Tidak ada penyekatan. Hanya diberlakukan pengetatan pembatasan aktivitas publik. Meski demikian harus dipastikan tidak boleh ada kerumunan lebih dari 50 orang," katanya dalam rapat dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumbar di Istana Gubernur, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga: Ini Alokasi Dana Desa Kabupaten/Kota di Sumbar 2022, Terbanyak untuk BLT

Untuk memastikan hal tersebut bisa berjalan dari 24 Desember 2021-2 Januari 2022 sesuai Instruksi Mendagri, perlu koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta petugas keamanan agar pengawasan bisa lebih maksimal.

Mahyeldi menyebutkan pembatasan aktifitas publik tersebut juga melarang adanya pawai dan arak-arakan tahun baru dan meniadakan event perayaan Nataru di pusat perbelanjaan, mall dan hotel.

Baca Juga: Kapolda Sumbar Buka Sosialisasi dan Simulasi Disaster Victim Identification

Sementara pusat perbelanjaan, bioskop tetap diizinkan buka dengan pembatasan kapasitas maksimal 75 persen.

Gubernur menambahkan, pesan Presiden Joko Widodo juga perlu dipedomani dalam libur Nataru yaitu terkait protokol kesehatan terutama (masker).

"Untuk ini kita sudah buat edaran kepada Bupati dan Walikota untuk benar-benar mengawasi penerapan protokol kesehatan ini," katanya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X