16 Pejabat Eselon II Pemprov Sumbar Dilantik, Ini Nama-namanya

- Senin, 3 Januari 2022 | 15:15 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat melantik dan mengambil sumpah 16 orang pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Senin (3/1/2022).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat melantik dan mengambil sumpah 16 orang pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Senin (3/1/2022).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Pejabat tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar dituntut harus mampu memahami tugasnya sebagai pelayan bagi masyarakat dan bukan sebaliknya. Selain itu juga harus bisa menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak pada semua level dalam rangka optimalisasi pencapaian program unggulan pemerintah daerah.

Demikian ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat melantik dan mengambil sumpah 16 orang pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar, di Auditorium Gubernuran, Senin (3/1/2022).

Baca Juga: Gubernur Sumbar Doakan Timnas Indonesia Menang Lawan Thailand di Final AFF 2020

Menurut Mahyeldi, promosi maupun rotasi jabatan yang dilakukan adalah dalam rangka meningkatkan pelayanan publik, agar lebih baik untuk tercapainya program dan kegiatan prioritas pemerintah daerah.

"Pahami bahwa jabatan itu merupakan amanah. Kita hadir untuk masyarakat, apalagi di zaman susah sekarang ini. masyarakat menantikan kehadiran kita. Apalagi yang mengisi jabatan struktural, Ini harus jadi perhatian dan pedoman, kita harus menjadi contoh bagi kabupaten dan kota," tegas Gubernur.

Baca Juga: Gubernur Sumbar Ingatkan Pentingnya Membangun Kapasitas Pemuda

Gubernur juga minta kepada pejabat dapat berkontribusi maksimal dalam pembangunan Sumbar. Melaksanakan tugas tidak hanya untuk mencapai target minimal, tapi lebih dari itu. Dia juga akan melakukan evaluasi pada enam bulan setelah dilantik.

"Selama 6 bulan pertama akan dievaluasi. kita tak mau lambat, melambat-lambat, dan menghambat. kita ingin cepat karena tuntutan masyarakat harus cepat. Bagi
yang tidak mencapai sesuai target dapat diberi sanksi. kalau kepala OPD tidak jelas langkah-langkahnya, berarti tidak prospek. Pahami betul visi misi dan jangan sampai ada yang tidak tau dengan program unggulan," sambung gubernur.

Khusus untuk direktur rumah sakit, gubernur berpesan agar melakukan pembenahan serta perubahan paradigma sikap dan mental dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X