Tersangka Korupsi KSPPS BMT di Padang Kembalikan Kerugian Negara Rp43 Juta

- Senin, 3 Januari 2022 | 18:31 WIB
Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Padang Therry Gutama.
Kasi Tindak Pidana Khusus Kejari Padang Therry Gutama.

“Pertengahan bulan ini kita limpah ke JPU. Jika dinyatakan lengkap akan kita lakukan penyerahan tersangka dan barang bukti. Selanjutnya dilimpahkan ke pengadilan,” ungkap calon kandidat doktor hukum ini.

Seperti diketahui, EO ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dugaan korupsi  dana Koperasi Simpan Pinjam Pembiayaan Syariah (KSPPS) BMT Koto Lua Kecamatan Pauh, Kota Padang, Kamis (9/12/2021) waktu lalu.

EO diduga telah menggelapkan uang KSPPS BMT Koto Lua Kecamatan Pauh senilai Rp 267 juta. Uang tersebut telah digunakan untuk kepentingan pribadi.

Namun, tersangka EO belum ditahan penyidik. Sebab, sesuai Pasal 21 KUHAP, salah satu unsur subjektif dan objektifnya belum terpenuhi.

penyelidikan kasus dugaan korupsi ini telah dilakukan sejak 18 Januari 2021 lalu setelah Kejari Padang menerima laporan dari masyarakat.

Pada tahap penyelidikan ditemukan informasi bahwa pada tahun 2010, KSPPS BMT Koto Lua Kecamatan Pauh mendapat dana hibah Rp 300 juta yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.

Namun sejak tahun 2016, Tersangka EO tidak lagi menyetorkan kas KSPPS ke rekening KSPPS Koto Lua Kecamatan Pauh. Penyelidikan lalu dinaikkan ke tingkat penyidikan pada Maret 2021. 

Hasil penyidikan ditemukan adanya pencairan pembiayaan fiktif pada tahun 2019-2020 yang dilakukan tersangka EO senilai Rp 324 juta.

Selain itu, pembiayaan fiktif yang dilakukan tersangka EO sebanyak 44 kali. Lalu digunakan untuk kepentingan pribadi pembiayaan dengan cara yang tidak sesuai SOP dan SOM KSPPS.

Dalam kasus ini,sebanyak 22 orang saksi telah diperiksa selama proses penyelidikan. Kejari Padang juga menyita 193 dokumen terkait kasus dugaan korupsi ini. Hasil Audit nilai kerugian negara sebesar Rp 267 juta.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

X