BKSDA : Sepanjang Tahun 2021 1 Harimau Mati Akibat Dehidrasi

- Kamis, 13 Januari 2022 | 20:45 WIB
Harimau Sumatera yang Masuk Perangkap di Palembayan Agam Direhabilitasi ke PRHSD
Harimau Sumatera yang Masuk Perangkap di Palembayan Agam Direhabilitasi ke PRHSD

Dimana konflik dengan beruang madu tercatat sebanyak 10 kasus dengan 8 kasus pengusiran dan 2 kasus pelepasliaran. Kemudian buaya muara dengan 9 kasus dengan pengusiran 7 kasus dan 2 kasus pelepasliaran.

Untuk Kucing Hutan 1 kasus dengan pelepasliaran, Tapir 1 kasus dengan pelepasliaran, Binturong 2 kasus dengan 1 kasus dengan pelepasliaran dan 1 kasus dengan pengusiran.

Baca Juga: Tulang Harimau dan Sisik Trenggiling Dimusnahkan Sebagai Barang Bukti Kejahatan Satwa Dilindungi

Selanjutnya Harimau Dahan, Kucing Emas dan Simpai masing-masing 1 kasus dengan kasus pengusiran. Untuk Monyet panjang terdapat 2 kasus pelepasliaran.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sendiri terus berupaya berkomitmen mendukung pelestarian Harimau Sumatra (Panthera Tigris Sumatrae). Spesies yang masuk dalam status langka dan menjadi satu-satunya sub spesies harimau yang tersisa setelah punahnya harimau jawa dan harimau bali.

Buku berjudul Mitigasi Konflik Manusia - Harimau Sumatra yang diluncurkan pada kegiatan tersebut, juga diklaim Pemrpov sebagai bentuk dukungan pelestarian harimau sumatera.

Melalui buku tersebut diharapkan literasi masyarakat tentang harimau sumatra akan bertambah. Buku itu juga diharapkan akan menambah khazanah dalam penanggulangan konflik harimau dengan manusia.

BKSDA sendiri telah melakukan berbagai upaya untuk melindungi harimau sumatera. Salah satunya ialah dengan membentuk Nagari Ramah Harimau. (*)

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Gelar Rakerda, HIPMI Sumbar Bakal Bahas Ini

Minggu, 26 Juni 2022 | 09:23 WIB
X