Sosialisasi tentang Berkomunikasi yang Bijak Masyarakat Multikulturalisme “Sanggar Belajar Rakyat Mandiri”

- Jumat, 14 Januari 2022 | 12:29 WIB
Sosialisasi tentang Berkomunikasi yang Bijak Masyarakat terhadap Multikulturalisme “Sanggar Belajar Rakyat Mandiri” di Agam
Sosialisasi tentang Berkomunikasi yang Bijak Masyarakat terhadap Multikulturalisme “Sanggar Belajar Rakyat Mandiri” di Agam

Fakultas Ekonomi Bisnis dan Ilmu Sosial, Universitas Perintis Indonesia (FEBIS-UPERTIS) telang melangsungkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat terhadap kelompok masyarakat “Sanggar Belajar Rakyat Mandiri”, Agam, Bukittinggi.

Kegiatan ini dilakukan oleh dosen dari program studi Ilmu Komunikasi dan Bisnis Digital sebagai salah satu bahagian dari kinerja dosen dalam menjalankan Tridharma perguruan tinggi.

Terdapat tiga meteri yang disampaikan oleh Prodi Ilmu Komunikasi dan tiga pemateri dari Prodi Bisnis Digital. Salah satu materi dari Program Studi Ilmu Komunikasi adalah sosialisasi Tentang Bagaimana Berkomunikasi yang Bijak Masyarakat Multikulturalisme Terhadap “Sanggar Belajar Rakyat Mandiri” di Agam, Bukittinggi.

Acara ini dilaksanakan di Ruang Aula, lantai 1, Kampus Universitas Perintis Indonesia Bukittinggi pada hari Kamis, 13 Januari 2022 yang diikuti oleh 50 orang peserta. Materi tersebut diketui oleh Delpa, SS, M.Sc, Ph.D dengan anggota Eda Elysia, M.I.Kom dan Annisa Weriframayeni, M.I.Kom beserta 8 orang mahasiswa dari kedua Prodi di FEBIS tersebut.

Pada dasarnya masyarakat Bukittinggi terdiri dari beragam etnik, budaya, loghat bahasa dan agama. Keberagaman etnis, budaya, loghat bahasa dan agama sering menjadi penyebab penyebab utama terjadinya konflik sosial di tengah masyarakat yang multikulturalisme di Bukittinggi.

Hasil interview terhadap beberapa informan kajian menjelaskan bahwa masyarakat Bukittinggi terdari beragam budaya, etnis, loghat bahasa di mana keberagaman tersebut sering menjadi pemicu munculnya model komunikasi yang kurang bijak dalam berinteraksi. Hal demikian sering berakhir dengan adu mulut dan bentrok fisik.

Melalui Pengabmas ini, pemateri coba menyampaikan materi terkait bagaimana menciptakan model komunikasi yang bijak dalam masyarakat multikulturalisme terhadap masyarakat Bukittinggi.

Pada dasarnya pilihan bahasa dalam berkomunikasi yang kurang bijak dapat menimbulkan jarak sosial dalam berinteraksi. Dalam pengajian materi dikupas ada beberapa faktor penyebab terjadinya model komunikasi yang kurang bijak dalam masyarakat yang multikulturalisme.

Pertama, adanya individu atau kelompok masyarakat yang bersikap etnosentrisme, primordial dan etnisitas yang berlebihan sehingga mendorong pelaku menggunakan model komunikasi yang kurang bijak dalam masyarakat yang berbagai tersebut.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Sumber: Penulis

Terkini

Pemko Pariaman Lakukan Pengamanan Aset Daerah

Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:48 WIB

Volume Sampah Kota Pariaman Alami Peningkatan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:17 WIB
X