Rawan Kecelakaan, Pembangunan Flyover Sitinjau Laut Dinilai Mendesak

- Jumat, 14 Januari 2022 | 16:39 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam  Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pembangunan Fly over Sitinjau Lauik bersama kementerian di Balairung Jakarta, Kamis (13/1/2022).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pembangunan Fly over Sitinjau Lauik bersama kementerian di Balairung Jakarta, Kamis (13/1/2022).

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Jalur jalan Sitinjau Lauik ini juga merupakan jalur padat lintas tengah, Sumatera, Daerah rawan Kecelakaan (DRK) yang melewati tanjakan ektrim yang paling berbahaya ketika curah hujan sangat tinggi dan kabut tebal serta jurang yang dalam.

"Pembangunan Flyover Sitinjau Laut Penting dan Mendesak karena banyaknya kejadian kecelakaan selama periode 2016-2020 sebanyak 50 kecelakaan, meninggal 19 orang, luka berat 9 orang. luka ringan 111 orang (data Polresta Padang)," ungkap Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rencana Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik bersama kementerian di Balairung Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Telan Dana Rp1,2 Triliun, Flyover Sitinjau Lauik Didesain 4 Jalur

Rakor ini merupakan proses pengusulan proyek strategis nasional dan menindaklanjuti Kunjungan Bapak Menteri PPN/Bappenas ke lokasi rencana Fly Over Sitinjau Laut.

Rakor itu dihadiri oleh Delapan perwakilan pemerintah pusat yakni dari Menteri Koordinator Maritim dan Investasi RI, Menteri Dalam Negeri RI, Menteri PPN/Bappenas RI, Menteri Keuangan RI, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI, Menten Perhubungan RI, Menteri ATR/BPN RI dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

Baca Juga: Sumbar akan Bangun Flyover Sitinjau Lauik, Tahun Ini Mulai Urus Izin Lahan dan Hutan Lindung

Mahyeldi mengatakan pertemuan ini memang yang sangat diharapkan memberikan progres yang baik setelah dilakukan pertemuan dengan Menteri Bappenas, Pupr, KLHK, Menko Marves, yang telah berkunjung di lokasi Sitinjau Lauik.

"Amat besar harapan kami pada pertemuan hari ini dapat bertemu dengan pemerintah pusat, untuk memberikan masukan dan support demi kelanjutan rencana pembangunan Fly Over sitinjau lauik," kata Mahyeldi.

Selain itu, Mahyeldi menyebutkan, di Sitinjau Lauik hampir setiap hari kendaraan berat terjadi kegagalan mendaki karena tanjakan terjal dan panjang Radius Tikungan serta tanjakan dan turunan terlalu terjal dan curam. Bahkan kendaraan Bermotor sering lepas kendali (out of control) terutama Angkutan Berat (Truk dan Bus).

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Terkini

Bantu Pemasaran UMKM, Pemkab Agam Bakal Bentuk BUMD

Minggu, 23 Januari 2022 | 07:26 WIB

Bupati Agam Hadiri Milad IKLA Provinsi Riau ke-21

Sabtu, 22 Januari 2022 | 19:15 WIB

Bulan K3 Nasional 2022, PLN Sumbar Serukan K3 Unggul

Jumat, 21 Januari 2022 | 20:30 WIB
X