KM Tiga Bersaudara Tenggelam di Laut, Belasan Penumpang Hanyut

- Senin, 17 Januari 2022 | 05:45 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi


HARIANHALUAN.COM - Kapal Motor (KM) Tiga Bersaudara karam di laut. Para penumpang terapung dan terbawa arus selama 11 jam.

Baca Juga: Lubang di Jalan Kawasan Wisata Lagoi Membahayakan Pengunjung

Komandan Pos Sandar Namlea Satpolairud Polda Maluku, Bripka B. Pinge, Minggu (16/1/2022) menjelaskan, KM. Tiga Bersaudara tenggelam antara Perairan Pulau Tiga menuju Perairan Desa Namlea Ilath, Kabupaten Buru, Maluku.

"Berdasarkan informasi yang kami ambil dari juragan kapal, ternyata mereka tenggelam pada Jumat malam (14/1) 2022 sekitar pukul 21:30 WIT akibat dihantam gelombang tinggi," jelasnya seperti dilasir dari medcom.id.

Dia menjelaskan juragan KM Tiga Bersaudara juga mengakui mereka bukannya bertolak dari Pelabuhan Rakyat Hatukau-Ongkoliong Batumera (Kota Ambon), melainkan dari Pantai Galala yang lokasinya berdekatan dengan bangunan PLTD milik PLN.

Kapal berbodi kayu dengan ukuran 18 GT yang mengangkut 100 sak semen dan aneka sembako ini berangkat pada sekitar pukul 04:00 WIT, Jumat, 14 Januari 2022.

Dalam perjalanan menuju Namlea Ilat, Pulau Buru, juragan berinisiatif untuk berlindung sementara di dekat perairan Pulau Tiga akibat cuaca buruk.

Selanjutnya pada pukul 14.00 WIT, kapal tersebut kembali bertolak dari Pulau Tiga menuju Desa Namlea Ilath (Pulau Buru), namun pada saat sampai di pertengahan jalan sekitar pukul 21.30 WIT, kapal dihantam ombak besar dan tenggelam.

"Pada saat kapal tenggelam, para korban menyelamatkan diri menggunakan rakit dari jerigen serta sampan dan mengamankan persediaan makanan serta air, selanjutnya para korban terbawa arus mendekat ke Pulau Manipa sampai hari Sabtu tanggal 15 Januari 2022," ungkap Pinge mengutip penjelasan juragan kapal.

Kemudian sekitar pukul 10.00 WIT, dua korban mengambil inisiatif untuk berpisah dari rombongan yang menggunakan rakit, selanjutnya berenang ke Pulau Manipa hingga akhirnya ditemukan oleh masyarakat yang melakukan pencarian dalam keadaan selamat.

Kemudian pada pukul 11.00 WIT, satu korban atas nama Aripin Tomia kembali mengambil inisiatif untuk berpisah dari rombongan yang mengapung menggunakan rakit jerigen.

"Dia menggunakan sampan untuk mendayung ke Pulau Buru dan selanjutnya terpisah dari rombongan," ujarnya.

Baca Juga: Musda Alumni Universitas Bung Hatta Riau Kembali Amanahkan Nurza Jefri Tanjung Jadi Ketua

Enam korban lain mengapung menggunakan rakit yang dibuat dari jerigen masih terbawa arus sampai lebih kurang 25 mil dari bibir pantai dan ditemukan oleh masyarakat Desa Namlea Ilath yang kebetulan sementara melakukan pencarian menggunakan longboad.

Akhirnya mereka ditemukan dalam keadaan selamat dan selanjutnya para korban dibawa ke desa Namlea Ilath untuk mendapatkan perawatan.

Sumber: medcom.id

Editor: Dodi Caniago

Sumber: Medcom.id

Terkini

Pemko Pariaman Lakukan Pengamanan Aset Daerah

Sabtu, 21 Mei 2022 | 21:48 WIB

Volume Sampah Kota Pariaman Alami Peningkatan

Sabtu, 21 Mei 2022 | 18:17 WIB
X