Legislator PKS Minta Pemerintah Kembalikan Status Eijkman

- Selasa, 18 Januari 2022 | 14:08 WIB
Lembaga Biologi Molekular Eijkman
Lembaga Biologi Molekular Eijkman

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Memperhatikan segala dampak negatif yang akan terjadi akibat perubahan status kelembagaan penelitian biologi molekuler Eijkman, anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto minta pemerintah mau mendengar masukan para ahli.

Pemerintah diimbaunya tidak memaksakan kehendak melebur semua lembaga penelitian ke dalam BRIN. Karena hal ini bukan saja akan menimbulkan kegaduhan, tapi juga dapat mengganggu aktivitas penelitian tanah air.

"Pemerintah sebaiknya mengembalikan status Lembaga Biologi Molekular Eijkman seperti semula yakni sebagai lembaga riset independen yang bertanggung-jawab langsung kepada Menteri. Jangan dilebur ke dalam BRIN dan sekedar menjadi sebuah unit kerja setingkat pusat, karena dengan melebur itu sama dengan membunuhnya," kata Mulyanto dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi VII DPR RI dengan Kepala BRIN dan mantan pimpinan LBM Eijkman, Senin (17/1/2022).

Baca Juga: PRBM Eijkman Dilebur ke BRIN, PKS Khawatirkan Nasib Vaksin Merah Putih

Mulyanto mengaku dirinya mengikuti perkembangan aktivitas LBM Eijkman (sekarang Pusat Riset Biologi Molekular Eijkman) sejak masih menjabat sebagai Sesmenristek di  tahun 2010.

Menurutnya, perkembangan LBM Eijkman sangat luar biasa karena berhasil ditetapkan sebagai salah satu PUI (Pusat Unggulan Iptek) oleh Kemenristek.

"Produktivitas risetnya tinggi dan berkualitas. Hari ini saja rata-rata satu orang peneliti berhasil menerbitkan 2 buah karya ilmiah di jurnal internasional bergengsi. Tidak banyak lembaga riset dengan kualifikasi seperti itu," ungkap Mulyanto.

Prestasi tersebut bisa dicapai karena fleksibilitas kelembagaan LBM EijkmanEijkman bukan lembaga riset seratus persen pemerintah. Secara organik berada di bawah Kemenristek yang bertanggung jawab secara langsung kepada Menristek  sejak zaman Habibie.

Baca Juga: Gara-gara Lembaga Eijkman Lebur ke BRIN, Nasib Penelitinya Mengkhawatirkan

"Sebagian anggaran memang dibantu oleh Kemenristek, namun LBM Eijkman secara leluasa dapat bekerjasama dengan lembaga riset nasional dan internasional lalu mengelola secara mandiri kelembagaannya. Sudah barang tentu terkait anggaran dan SDM Pemerintah dilaporkan akuntabilitasnya," imbuh Mulyanto

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Tags

Terkini

X