Isu Kejanggalan Kematian Warga Binaan Lapas Agam, Kapolres: Tidak Ada Penganiayaan Saat Penangkapan

- Rabu, 19 Januari 2022 | 16:21 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

AGAM, HARIANHALUAN.COM - Kematian salah satu warga binaan Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Senin (10/1/2022) lalu, menjadi polemik ditengah masyarakat. Pasalnya, dari isu yang beredar di tengah masyarakat, korban yang dinyatakan meninggal bunuh diri tersebut memiliki luka yang disinyalir bekas penganiayaan saat jenazah diterima keluarga.

Dari isu yang beredar tersebut, Suroto, Kepala Lapas Kelas IIB Lubuk Basung, Kabupaten Agam kepada awak media pernah mengungkapkan bahwa pihaknya menerima yang bersangkutan dari Polres Agam sudah dalam kondisi luka-luka.

Merespon hal tersebut, Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan mengatakan, saat diamankan oleh pihaknya pada Rabu (9/1/2022), setelah sempat kabur semenjak Agustus 2021 lalu, pelaku sempat melalukan perlawanan.

Hal itu membuat pihak kepolisian yang bertugas dalam pengejaran melakukan tindakan tegas dan terukur untuk melumpuhkan pelaku.

Baca Juga: Penjelasan Ilmiah Terkait Fenomena Jenazah Tetap Utuh Setelah Dikubur Bertahun-tahun

Setelah berhasil dilumpuhkan, pelaku atas nama Syafrizal (34) alias Poron tersebut masih melakukan perlawanan hingga menyebabkan borgol ditangannya rusak.

"Setelah borgolnya rusak, warga sekitar membantu mencarikan tali untuk mengikat korban. Tidak ada aksi pengeroyokan dari warga," ujarnya.

Selepas penangkapan, pelaku dibawa ke rumah sakit untuk menerima penanganan medis.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku hanya memiliki satu luka temabak dan luka memar dibagian kepala akibat berontak saat diamankan.

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Tags

Terkini

X