1,9 Juta Pengaduan Masuk ke SP4N LAPOR

- Kamis, 20 Januari 2022 | 19:15 WIB
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Hansastri.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Hansastri.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) bersama United Nations Development Programme (UNDP) dan Korea International Cooperation Agency (KOICA), menyelenggarakan Penguatan Komitmen Pelaksanaan dan Pelatihan Teknis Operator Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Nasional - Layanan Aspirasi dan Pengaduan Online Rakyat (SP4N LAPOR!).

Bertempat di Santika Premiere Hotel, kegiatan ini diikuti Perwakilan OPD Kabupaten/Kota se-Provinsi Sumbar (Level Admin Operator) serta perangkat daerah dan Unit Pelayanan Publik dari Pemerintah Provinsi Sumatra Barat.

Baca Juga: Wah, Sumatra Barat Terbaik dalam Penggunaan Aplikasi SP4N-LAPOR!

Dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Hansastri, pada sambutannya menyampaikan, dengan diadakannya pelatihan teknis ini, seluruh OPD dituntut untuk lebih mampu memberikan pelayanan yang berkualitas, berorientasi kepada aspirasi masyarakat, efektif, efisien, efektif, dan bertanggung jawab.

"Peningkatan kredibilitas pemerintah daerah itu sangat ditentukan oleh kemampuan mengatasi permasalahan pelayanan publik. Melalui pelatihan ini, diharapkan kemampuan kita dalam hal melayani publik bisa meningkat signifikan" ungkapnya.

Baca Juga: Mau Curhat ke Pemprov Sumbar? Coba Aplikasi SP4N-LAPOR!

Menanggapi hal itu, Deputi Bidang pelayanan publik kemenpan RB, Diah Natalisa, mengungkapkan dengan adanya kolaborasi SP4N LAPOR dengan KOICA dan UNDP ini menghasilkan 3 output, salah satunya tercapainya penguatan kapasitas lembaga dalam penanganan pengaduan di pemerintahan, pada tingkat nasional dan daerah, melalui pelatihan-pelatihan invitational maupun lokal.

"Saat ini, sudah ada sekitar 1,9 juta jumlah laporan pengaduan, aspirasi, dan permintaan informasi yang masuk, ini merupakan suatu prestasi untuk kita semua," pungkas Diah.

Mendukung hal itu, Resident Representative and Head of Governance and Proverty Reduction Unit UNDP, Siprianus Bate Soro memaparkan bahwa telah meningkatnya penggunaan SP4N LAPOR sebesar 5% selama tiga tahun terakhir. Ia juga berharap adanya kekompakkkan dari berbagai daerah untuk mendorong lebih banyak masyarakat untuk menyampaikan pendapatnya melalui SP4N-LAPOR!

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X