Pengguna Narkoba Perlu Dipidanakan, Kepala BNN: Victimless Crime, Jangan Sampai jadi Modus

- Jumat, 21 Januari 2022 | 13:55 WIB
Ilustrasi narkoba (Foto: Pixabay)
Ilustrasi narkoba (Foto: Pixabay)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Badan Narkotika (BNN) Komjen Pol Petrus Reinhard Golose menyatakan, bahwa perlu mempidanakan pelaku penyalahgunaan narkoba jika dilakukan secara berulang-ulang.

"Kita harus ingat juga namanya narkotika itu victimless crime, dia lah pelakunya, dia juga lah korbannya. Sehingga kita harus atur, sehingga tidak juga nantinya menjadi modus bahwa saya ini adalah pengguna, saya harus direhabilitasi. Tapi kalau pengguna berulang-ulang ada juga yang harus kita pidanakan," ujar Petrus dalam Raker bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta pada Jumat (20/1/2022).

Pemidanaan terhadap penyalahguna narkoba, menurut Kepala BNN, berhubungan dengan rezim hukum yang ada di Tanah Air. Menurutnya bukan hanya Indonesia, di negara-negara lain pun mengalami dilema apakah rezim hukumnya mempidanakan mereka yang menyalahgunakan zat haram tersebut atau direhabilitasi.

Baca Juga: PPATK Temukan Transaksi Narkoba Senilai Rp120 Triliun di Indonesia, BNN akan Segera Selidiki

"Ini memang dilema, dan ini memang terjadi di seluruh dunia di berkaitan dengan victimless, dia korban, dia juga pelakunya. Dia pelaku, dia juga korbannya," ujar dia.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR RI, Arsul Sani mengungkap sisi positif pemenjaraan terhadap penyalahguna narkoba. Hal ini kontras dengan pendapat sejumlah kalangan yang mendukung penghentian kriminalisasi terhadap pengguna narkoba.

Politikus PPP itu menilai bahwa tanpa adanya pidana pemenjaraan terhadap mereka yang menyalahgunakan narkoba, maka akan ada pihak yang sengaja menyalahgunakan penggunaan barang haram itu demi mendapat popularitas.

Baca Juga: Bantu BNN Tangani Penyalahgunaan Narkoba, Kemenkominfo Ajak Remaja Bela Negara dan Produktif Berkarya

"Saya melihat sisi positifnya juga, nanti ada publik figur yang kemudian karena penyalahguna, dia bolak-balik saja, kemudian terkenal dan direhabilitasi. Saya kira itu perlu menjadi pemikiran kita bersama," ujar Arsul dalam Raker Komisi III DPR RI bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (20/1/2022).(*)

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Liputan 6

Tags

Terkini

X