Sepanjang Tahun 2021, Bank Nagari Realisasikan KUR Senilai Rp1,6 Triliun

- Jumat, 21 Januari 2022 | 21:40 WIB
Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad
Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad




PADANG, HARIANHALUAN.COM – Tahun 2021 lalu, Bank Nagari berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp1,6 triliun, atau 100 persen dari target alokasi KUR yang diberikan pemerintah.

“Alokasi awal yang diberikan pemerintah sebesar Rp1,2 triliun dan telah dilakukan penambahan kuota alokasi KUR selama tahun 2021 sebesar Rp400 miliar, sehingga total alokasi plafon KUR Bank Nagari tahun 2021 menjadi Rp1,6 triliun. Realisasi tersebut meliputi KUR Kecil Rp1,48 triliun dengan dengan debitur 7.582 orang, KUR Mikro Rp121,5 miliar dengan debitur 3.753 orang dan KUR Super Mikro Rp10,1 miliar dengan debitur 1.043 orang,” kata Direktur Utama Bank Nagari Muhamad Irsyad didampingi para Direksi dan Dewan Komisaris Bank Nagari, saat jumpa pers tentang Ekspose Kinerja Keuangan Bank Nagari tahun 2021 (kondisi un audited/sebelum diaudit), di Kantor Pusat Bank Nagari Jl Pemuda no. 21 Padang, Jumat (21/1).

Baca Juga: Bank Nagari Syariah Bukittinggi Jalin Kerja Sama dengan Kemenag dan Imigrasi

Muhammad Irsyad menerangkan bahwa sebagaimana peraturan pemerintah yang berlaku tentang KUR, maka ketentuan plafond KUR Super Mikro adalah sampai dengan Rp10 juta per debitur, KUR Mikro di atas Rp10 juta sampai dengan Rp100 juta per debitur dan KUR Kecil di atas Rp100 juta sampai dengan Rp500 juta per debitur.

“KUR ini dapat diakses oleh seluruh masyarakat yang mempunyai usaha produktif, baik itu masyarakat yang sudah mendapatkan KUR sebelumnya dan memenuhi syarat untuk mendapatkan tambahan kredit, maupun masyarakat sebelumnya belum mendapatkan KUR. Ketentuan KUR ini berlaku sama untuk semua bank, karena pedomannya adalah ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian RI,” kata Muhamad Irsyad.

Baca Juga: Bank Nagari Cabang Simpang Empat Salurkan Dana CSR Pendidikan Rp110 Juta

Lebih jauh, Direktur Kredit & Syariah, Gusti Candra, menyampaikan KUR dapat diberikan kepada seluruh sektor ekonomi dan lapangan usaha produktif seperti pertanian, perkebunan, peternakan perikanan, industri, pertambangan, perdagangan, penyediaan akomodasi dan makan/minum, usaha-usaha terkait kepariwisataan, transportasi, komunikasi serta jasa-jasa dunia usaha dan kemasyarakatan.

Ketersediaan skim KUR ini sangat sesuai dengan profil perekonomian Sumatra Barat yang didominasi oleh usaha klasifikasi UMKM, serta selaras dengan upaya membangkitkan sektor kepariwisataan berikut multiplier effect-nya yang selama ini menjadi salah satu andalan Sumatra Barat.

“Melalui pinjaman KUR tersebut telah memiliki dampak positif bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Dimana selama tahun 2021 terdapat 383 debitur yang naik kelas dari Usaha Mikro ke Usaha Kecil dan sebesar 40 debitur yang naik kelas dari Usaha Kecil ke Usaha Menengah,” kata Gusti Candra. (*)

Editor: Heldi Satria

Sumber: Atviarni

Tags

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X