Catat! Anak-anak dan Remaja Tidak Butuh Vaksin Booster, Simak Penjelasan WHO

- Minggu, 23 Januari 2022 | 02:20 WIB
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Foto: pixabay.com)
Ilustrasi vaksinasi Covid-19 (Foto: pixabay.com)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Kepala Ilmuwan Badan Kesehatan Dunia (WHO) Soumya Swaminathan mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa remaja dan anak-anak memerlukan vaksin booster Covid-19.

"Tidak ada bukti saat ini bahwa anak-anak yang sehat atau remaja yang sehat membutuhkan vaksin booster. Tidak ada bukti sama sekali," katanya, dikutip MNC Portal dari Fox News, Jumat (21/1/2022).

Swaminathan melanjutkan, sebuah panel akan bertemu akhir pekan ini untuk mempertimbangkan pertanyaan tentang bagaimana negara harus memberikan booster 'dengan tujuan untuk mengurangi kematian'.

Baca Juga: Cek di Sini! Anda Sudah Dapat 'Tiket' Vaksin Booster atau Belum?

Vaksin booster sendiri sudah banyak diberikan oleh beberapa negara, termasuk Indonesia, dengan harapan mengurangi keparahan penyakit dan kematian.

Tapi, WHO belum sepenuhnya mengizinkan pemberian vaksin booster di saat masih ada negara miskin yang belum sepenuhnya tercukupi ketersediaan vaksinnya. "Untuk saat ini, vaksin booster hanya diberikan dengan alasan mengurangi tingkat kematian.

Alasan Omicron juga banyak diajukan, karena beberapa vaksin menunjukkan pengurangan kemanjuran terhadap infeksi," terang Swaminathan.

Baca Juga: Dokter Reisa: Vaksinasi Booster Perlu Guna Tingkatkan Proteksi

Dia mencatat bahwa informasi soal penurunan efektivitas vaksin dalam waktu tertentu dan sedikit penurunan dalam perlindungan adalah pertimbangan yang harus dipikirkan, terlebih jika ingin melindungi kelompok rentan dan mereka yang berisiko tinggi terkena penyakit parah dan kematian.

Di Amerika Serikat, Food and Drug Administration (FDA) telah mengizinkan booster vaksin Pfizer-BioNTech untuk penggunaan darurat pada anak-anak berusia 12 tahun. FDA juga mengumumkan di awal bulan bahwa orang yang berusia 12 tahun ke atas bisa mendapatkan suntikan booster Pfizer hanya setelah lima bulan, dibandingkan dengan interval enam bulan sebelumnya.(*)

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

Wabah PMK Merebak, DPR: Perlu Langkah Strategis

Selasa, 17 Mei 2022 | 17:00 WIB
X