Cegah Penularan Pink Eye, Keswan Lusi Pesisir Selatan Obati Ternak Warga

- Minggu, 23 Januari 2022 | 10:55 WIB
Sapi, ilustr. (Balaji Srinivasan From Pexels)
Sapi, ilustr. (Balaji Srinivasan From Pexels)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Untuk mengantisipasi penularan, pencegahan terhadap penyakit mata (pink eye) pada ternak sapi, Dinas Pertanian Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) melalui Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Lunang Silaut (Lusi) melakukan upaya pengobatan.

Hal itu dikatakan oleh Kepala Dinas Pertanian Pesisir Selatan, Madrianto, saat ditemui di kantornya, Jumat (21/1) pagi.

Dikatakan, saat ini petugas terus berupaya melakukan antisipasi merebaknya berbagai penyakit menular pada ternak di daerah itu, termasuk penyakit mata.

Baca Juga: Wagub Sumbar Turut Serta Panen Raya Santri Bertani di Pesisir Selatan

"Upaya itu dilakukan untuk memberikan jaminan dan rasa aman bagi pemilik ternak, agar mereka tidak merasa khawatir dengan usaha budidaya ternak yang mereka tekuni. Pengobatan penyakit mata menular ini kita lakukan pada ternak sapi, kerbau, dan kambing antara lain di Kecamatan Lunang dan Silaut pada Selasa lalu," katanya.

Dijelaskannya, bahwa pengobatan itu hanya dilakukan pada hewan ternak sapi maupun kerbau yang didiagnosa mengalami penyakit mata menular. Melalui pengobatan itu, maka pemilik ternak tidak akan memiliki rasa khawatir terhadap usaha budidaya ternak yang mereka tekuni itu.

"Sebab, sektor peternakan merupakan salah satu potensi yang cukup besar dan juga menjanjikan bagi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian keluarganya. Apalagi Kecamatan Lunang dan Silaut sekarang sudah menjadi sentra ternak di daerah ini. Sebab masyarakatnya telah mengembangkan budidayanya melalui program integrasi ternak sapi pada perkebunan kelapa sawit sejak lima tahun terkahir," jelasnya.

Baca Juga: Wakil Bupati Pesisir Selatan: Tenaga Didik Harus Dapat Pelatihan dan Bimbingan Intensif

Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Sri Rita Setiawati, menyebutkan, pink eye adalah penyakit mata menular pada ternak, terutama sapi, kerbau, domba, dan kambing.

"Gejala klinis yang dapat dikenali berupa kemerahan dan peradangan pada konjungtiva serta kekeruhan pada kornea. Pink eye pada sapi biasanya disebabkan oleh bakteri moraxella bovis yang merusak kornea mata sapi," jelasnya.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X