Peringati Hari Indonesia Tanpa Riba, Ini Kata Gubernur Sumbar

- Minggu, 23 Januari 2022 | 15:55 WIB
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah hadir sebagai keynote speaker dalam seminar nasional memperingati Hari Indonesia Tanpa Riba yang digelar oleh Lembaga Bantuan Hukum Riba Crisis Center Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Minggu (23/1/22).
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah hadir sebagai keynote speaker dalam seminar nasional memperingati Hari Indonesia Tanpa Riba yang digelar oleh Lembaga Bantuan Hukum Riba Crisis Center Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Minggu (23/1/22).

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Mewujudkan masyarakat anti riba untuk Sumbar Madani, Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah hadir sebagai keynote speaker dalam seminar nasional memperingati Hari Indonesia Tanpa Riba yang digelar oleh Lembaga Bantuan Hukum Riba Crisis Center Sumbar di Aula Kantor Gubernur, Minggu (23/1/22).

Dalam seminar bertajuk dari Sumbar untuk Indonesia tanpa riba" itu, Mahyeldi berpendapat, secara umum masyarakat Sumbar sudah memahami pengertian dan dampak riba. Kegiatan ini juga sangat relevan dengan Pemerintah Provinsi Sumbar yang menganut falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Baca Juga: Kopilo Lahir di Bukittinggi, Koperasi Simpan Pinjam Tanpa Riba bagi Pelaku UMKM

Merealisasikan falsafah ABS-SBK ini, Pemerintah Provinsi Sumbar juga telah melakukan langkah-langkah strategis. Diantaranya, melalui perda pariwisata halal, menyepakati konversi Bank Nagari menjadi Bank Umum Syariah Nagari, serta adanya surat edaran menteri tentang diharuskannya label halal bagi produk yang masuk maupun keluar dari Indonesia.

"Sumatera Barat sangat tepat menjadi lokomotif perwujudan ekonomi syariah dan pariwisata halal. Kita di Sumbar sudah melakukan langkah-langkah untuk itu," kata Mahyeldi.

Baca Juga: Cluster Samawa Tawarkan Solusi Tanpa Riba

Lebih lanjut, Mahyeldi mengingatkan, agar seminar memperingati Hari Anti Riba ini menjadi bagian yang akan membangun pemahaman masyarakat, juga saling memahami tanpa menjustifikasi kelompok masyarakat yang belum sepenuhnya mampu meninggalkan riba seutuhnya.

"Jangan terjebak pada pengelompokan - pengelompokan, apalagi sampai menegasikan kelompok lain. Karena kadang kita meski sudah mampu menerapkan prinsip anti riba secara invidu. Tapi perlu diingat, dalam komunitas menerapkan hal ini tidak semudah membalikkan telapak tangan", tegasnya.

Sejalan dengan itu, Rahmat Ramadan selaku ketua pelaksana mengatakan, kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan semangat menghilangkan karakter riba di masyarakat, serta mengawal fatwa MUI tentang riba.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X