Bupati Tanah Datar Ikuti Raker Pencegahan Tindak Pidana Korupsi dengan Mendagri

- Senin, 24 Januari 2022 | 14:05 WIB
Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi para Asisten, Kepala Baperlitbang, Kabag Hukum, Kabag PBJ, Kabag PEM mengikuti Rapat Kerja bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian, ketua KPK Firli Bahuri dan Kepala LKPP RI Abdullah Azwar Anas secara virtual dari Indojolito, Senin (24/1/2022).
Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi para Asisten, Kepala Baperlitbang, Kabag Hukum, Kabag PBJ, Kabag PEM mengikuti Rapat Kerja bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian, ketua KPK Firli Bahuri dan Kepala LKPP RI Abdullah Azwar Anas secara virtual dari Indojolito, Senin (24/1/2022).

TANAH DATAR, HARIANHALUAN.COM - Bupati Tanah Datar Eka Putra didampingi para Asisten, Kepala Baperlitbang, Kabag Hukum, Kabag PBJ, Kabag PEM mengikuti Rapat Kerja bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) M. Tito Karnavian, ketua KPK Firli Bahuri dan Kepala LKPP RI Abdullah Azwar Anas secara virtual dari Indojolito, Senin (24/1/2022).

Dalam rapat kerja membahas pelaksanaan program strategis Kepala Daerah mulai Gubernur sampai Bupati/Walikota se Indonesia, Mendagri menyampaikan agar kepala daerah menghindari praktek korupsi.

Baca Juga: Harga Anjlok, Bupati Tanah Datar Ajak Pemerintah Borong Telur

"Dalam rapat kerja ini yang merupakan tindaklanjut atas kejadian beberapa kasus kepala daerah yang terjerembab atau tertangkap kasus korupsi. Jadi mari kita pahami penyebab dan cara mengatasi hal itu, agar jangan terjadi lagi," katanya.

Dikatakan Mendagri Tito, setidaknya ada 3 elemen utama yang menjadi penyebab terjadinya tindak pidana korupsi, yakni Sistem, integritas dan budaya.

Baca Juga: Bupati Tanah Datar Ikuti Doa Bersama Virtual untuk Mantan Bupati Masriadi Martunus

"Penyebab korupsi di bidang sistem bisa terjadi karena biaya politik yang tinggi sampai sistem penerimaan ASN dengan imbalan. Di bidang integritas disebabkan moralitas dan mentalitas serta kurangnya kesejahteraan penyelenggara negara. Sedangkan bidang budaya disebabkan karena penyimpangan/tindakan korupsi sudah dianggap hal biasa atau tradisi, serta dimudahkan melaksanakan pertemuan secara fisik menimbulkan kerawanan korupsi," terangnya.

Karena itu, kata Tito, upaya pencegahan korupsi bisa dilakukan dengan melakukan digitalisasi penyelenggaraan pemerintahan, melakukan pemetaan potensi terjadi korupsi pada organisasi pemerintahan, membenahi manajamen ASN dan menciptakan sistem lebih baik.

"Pencegahan korupsi dilakukan dengan digitalisasi dalam proses pengadaan barang dan jasa, sistem pelayanan administrasi, sistem pelayanan ASN sampai dengan menghindari pertemuan fisik yang menciptakan peluang adanya transaksional," katanya.

Halaman:

Editor: Milna Miana

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X