HIPMI Sumbar : Pemindahan IKN Ke Kaltim Baik Untuk Ekonomi dan Bisnis Sumatera Barat

- Senin, 24 Januari 2022 | 19:17 WIB
Ketua Umum HIPMI Sumbar, Brian Putra Bastara
Ketua Umum HIPMI Sumbar, Brian Putra Bastara

PADANG,HARIANHALUAN.COM - Pemindahan Ibukota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang masih mendapat penolakan dari beberapa pihak, dinilai oleh Ketua Umum HIPMI Sumatera Barat, Brian Putra Bastara bisa menutup peluang perkembangan ekonomi dan bisnis Sumatera Barat ke luar daerah.

Hal ini sangat disayangkan karena penolakan pemindahan IKN tidak dilandaskan dari pemikiran dan gagasan yang bagus untuk kemajuan bangsa dan negara Indonesia.

Terakhir, pernyataan Edy Mulyadi yang sampai mengeluarkan perkataan yang tidak pantas ke Kalimantan sebagai tempat Jin buang anak. Pernyataan tersebut menuai polemik yang berujung kegaduhan di tengah masyarakat.

"Jika ada yang masih menolak pemindahan IKN, bisa disimpulkan belum memahami bagaimana konsep tatanan negara dan bangsa Indonesia ini dalam jangka panjang. Padahal, pemindahan IKN ke Kalimantan Timur berpeluang besar untuk mendorong pemerintah dalam memaksimalkan pelayanan publik dan percepatan ekonomi," sebut Brian Putra Bastara kepada Harianhaluan.com, Senin (24/1/2022).

Disebutkan Brian, dirinya dan HIPMI Sumbar sangat mendukung pemindahan IKN ke Kalimantan Timur. Ini didasari alasan yang logis untuk mendongkrak perkembangan bangsa Indonesia.

Jakarta hari ini yang sudah menjadi pusat bisnis Indonesia, dirasa akan melindas pergerakan pemerintah untuk mempercepat layanan publik. Dicemaskan psikologis para ASN dan pejabat publik yang berada di Jakarta, bisa terdorong untuk menjadi pebisnis.

"Jadi tidak elok rasanya dicampur adukkan antara zona bisnis dengan zona pemerintah. Salah satu pihak bisa terpengaruh. Pilihan Presiden Joko Widodo untuk memindahkan IKN sudah tepat dengan memusatkan pemerintahan di Kalimantan Timur," ucapnya.

Posisi Kalimantan Timur yang berada di tengah negara Indonesia, sangat cocok sebagai pusat pemerintahan. Dengan begitu, sinergi dan kolaborasi untuk meningkatkan layanan publik dan ekonomi bisa terwujud.

Disamping itu, arus ekonomi dan gerakan masyarakat di dunia sudah semkain cepat. Dengan begitu, Indonesia harus mengimbangi hal tersebut. Jika tidak, Indonesia bisa menjadi negara yang terbelakang dan kalah berkompetisi dengan negara lain di dunia ini.

Halaman:

Editor: Redaksi Harian Haluan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X