Relevan dengan Padang Panjang Kota Antikorupsi, Wawako Padang Panjang Sambut Baik Arahan Mendagri

- Senin, 24 Januari 2022 | 20:10 WIB
Wawako Padang Panjang Sambut Baik Arahan Mendagri
Wawako Padang Panjang Sambut Baik Arahan Mendagri

PADANG PANJANG, HARIANHALUAN.COM -- Wakil Wali Kota, Drs. Asrul menyambut baik arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Prof. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D terkait penyelenggaraan pemerintahan yang mesti bebas dari praktek korupsi. Arahan ini disampaikan Tito pada zoom meeting yang diikuti seluruh pemerintah daerah di Indonesia, Senin (24/1).

Menurut Asrul, arahan Mendagri Tito yang saat itu didampingi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, M.Si dan Ketua Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Abdullah Azwar Anas, sangat relevan dengan program Kota Antikorupsi di Padang Panjang.

Baca Juga: Pemkab Pessel Tingkatkan Kesadaran Masyarakat Terhadap Kebersihan Lingkungan

"Arahan Mendagri bersama ketua KPK dan kepala LKPP membuka cakrawala, membangun kesadaran agar terhindar dari perbuatan melawan hukum, yaitu tindak pidana korupsi. Di samping itu, kita juga mengetahui perihal kemudahan pengadaan barang dan jasa dengan mengetahui manfaat e-Catalogue dan Toko Daring," ujarnya.

Sebelumnya Tito Karnavian menegaskan, pemberantasan korupsi perlu menjadi perhatian bersama. Kemudian, korupsi bukan hanya berdampak kepada sistem pemerintahan dan individu, akan tetapi juga kepada kepercayaan publik.

Baca Juga: Keren! Spider-Man: No Way Home Jadi Film Keenam Terlaris di Dunia

"Tindak korupsi harus ditekan seminimal mungkin. Kalau pemerintahan itu clean and clear, pemasukan negara, PAD, akan meningkat. Lalu kesejahteraan juga bisa naik," sebutnya.

Korupsi terjadi, lanjut Tito, di antaranya disebabkan oleh sistem. Seperti biaya politik yang tinggi, dan rekrutmen ASN dengan imbalan. Lalu tidak adanya integritas, moralitas, mentalitas dan kurangnya kesejahteraan penyelenggara negara. Kemudian, praktek menyimpang dalam sebuah organisasi. Korupsi atau perbuatan melanggar hukum seolah menjadi tradisi.

Sementara itu Firli Bahuri menyatakan, siapapun akan bisa terlibat perkara korupsi atau menjadi koruptor karena ada kekuasaan, kesempatan dan kurangnya integritas. "Mari bangun, jaga, dan pelihara integritas," tuturnya. (*)

Halaman:

Editor: Heldi Satria

Sumber: Kominfo Padang Panjang

Tags

Terkini

X