Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida di Pesisir Selatan Diminta Berperan Awasi Distribusi 

- Kamis, 27 Januari 2022 | 21:44 WIB
Ilustrasi pupuk bersubsidi (Dok.Pupuk Kujang)
Ilustrasi pupuk bersubsidi (Dok.Pupuk Kujang)

PESISIR SELATAN, HARIANHALUAN.COM - Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Pesisir Selatan, Madrianto, meminta Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3) Kabupaten Pesisir Selatan lebih serius dan proaktif mengawasi distribusi pupuk subsisdi di daerah tersebut.

"Apabila KP3 lebih proaktif mengawasi distribusi pupuk subsidi ini, maka harapan petani bisa terakomodir dan pupuk subsidi ini bisa disalurkan secara merata sesuai kebutuhan," tuturnya.

Hal itu dikatakan Madriandto di kantornya via telepon, Kamis (27/1/2022) siang. Dikatakan, pihaknya sejauh ini belum mengetahui tindaklanjut KP3 mengatasi lonjakan harga dan kelangkaan pupuk. Sebab, baru mulai menjabat sebagai Kepala Dinas per 31 Desember 2021.

Baca Juga: 5.000 Liter Minyak Goreng Murah di Batang Kapas Pesisir Selatan Diserbu Emak-emak

Ia menjelaskan, lonjakan harga dan kelangkaan pupu subsidi di Pesisir Selatan sudah terjadi sejak November 2021. Petani di Pesisir Selatan mengeluhkan lonjakan harga dan petani kesulitan mendapatkan pupuk subsidi.

"Pupuk jenis ZA kini Rp 360 ribu per karung (50 Kilogram), melonjak jauh dari harga Maret yang hanya Rp150 ribu per karung," ucap Indra (44), salah seorang petani di Kampung Muaro, Nagari IV Koto Hilie Kecamatan Batang Kapas.

Untuk jenis Phonska, naik dari Rp 150 ribu per karung, kini menjadi Rp 300 ribu per karung. Sementara keluhan yang disampaikan para petani hingga kini belum mendapat respon dari Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang ada di kecamatan itu.

Kondisi serupa juga dirasakan Afrizal (56) tahun, salah seorang petani di Nagari IV Koto Mudik Kecamatan Batang Kapas. Tak hanya kenaikan harga, ketersediaan pupuk bersubsidi mulai langka sejak dua bulan terakhir.

Menurutnya, dari keterangan kios pengecer kekosongan terjadi dari tingkat distributor kabupaten. Bahkan, kuota yang diterima petani masih separo dari Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK).

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bank Nagari Raih TOP BUMD 2022 dari Infobank

Kamis, 19 Mei 2022 | 21:19 WIB
X