Legal di Arab Saudi, Nikah Misyar: Suami Boleh Tak Penuhi Hak Istri

- Kamis, 10 Februari 2022 | 10:20 WIB
Ilustrasi Wanita Bercadar (Instagram @muslimahcintasedekah)
Ilustrasi Wanita Bercadar (Instagram @muslimahcintasedekah)

HARIANHALUAN.COM - NIKAH Misyar sering juga diistilahkan dengan nikah itsar adalah pernikahan yang memenuhi segala rukun dan syaratnya, dilakukan karena suka sama suka, ada walinya, ada saksinya, dan ada maharnya.

Hanya saja, sang istri merelakan beberapa haknya tidak dipenuhi oleh suaminya, misalnya hak nafkah, atau hak gilir, atau tempat tinggal. Nah saat ini di Arab Saudi nikah misyar sedang trend.

Melansir Straits Times pada Jumat (9/7/2021) nikah misyar sudah mulai berkembang sejak 1996. Kala itu otoritas agama tertinggi Kerajaan Saudi melegitimasi nikah misyar dalam semacam maklumat.

Baca Juga: Kabar Gembira, Kemenag Gratiskan Penggantian Buku Nikah Rusak dan Hilang

Artinya, pernikahan ini sah secara hukum meskipun tidak tercatat di catatan sipil dan tanpa perlu memberikan mas kawin.

Konsekuensi dari praktik ini adalah si perempuan tidak akan mendapatkan sejumlah hak seperti pada pernikahan pada umumnya. Mereka tidak wajib hidup bersama suaminya dan tidak mendapatkan dukungan keuangan.

Namun pernikahan semacam ini lansung ditentang oleh para kritikus karena. Mereka menganggap nikah misyar sama saja melegitimasi pergaulan bebas.

Baca Juga: Gara-gara Omicron, Calon Pengantin Harus Tes Antigen Sebelum Nikah

Bahkan parahnya lagi nikah semacam ini dilakukan sembunyi-sembunyi sehingga jelas bertentangan dengan prinsip utama pernikahan dalam Islam yang membutuhkan pengumuman ke publik.

Berdasarkan wawancara dengan sejumlah pelaku nikah misyar, mereka memandang pernikahan ini sebagai campuran antara praktik sah dan hidup melajang. Nikah misyar juga dianggap menguntungkan bagi orang-orang yang ingin berpoligami. Apalagi, tidak ada kewajiban untuk mengurus rumah tangga dari pernikahan tersebut.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X