Masih Sisakan Hutang Rp 23 T yang Harus Dibayar Pemerintah, Sri Mulyani: Covid is So Expensive!

- Kamis, 10 Februari 2022 | 15:30 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. /Dok Istimewa/
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. /Dok Istimewa/

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pemerintah pada tahun ini masih memiliki tanggung jawab untuk membayar sisa tagihan perawatan pasien COVID-19 tahun lalu sebesar Rp23 triliun.

“Masih ada tagihan Rp23 triliun pada 2022 yang harus kami bayar dari perawatan 2021,” katanya dalam BRI Microfinance Outlook d Jakarta, Kamis 10 Februari 2022.

Sri Mulyani menuturkan tagihan tersebut disebabkan karena adanya lonjakan kasus COVID-19 varian Delta yang menyebabkan banyak masyarakat terinfeksi dan harus dirawat di rumah sakit.

Baca Juga: Penghasilan Deddy Corbuzier Rp 5 Miliar Setahun, Sri Mulyani Naikkan Pajaknya

Ia menjelaskan kenaikan kasus COVID-19 varian Delta menjadi faktor belanja kesehatan yang mendominasi belanja negara karena untuk biaya perawatan pasien COVID-19 saja jumlahnya mencapai Rp94 triliun.

Realisasi sementara belanja negara sendiri untuk tahun lalu mencapai Rp2.786,8 triliun atau 101,3 persen dari target APBN 2021 yang sebesar Rp2.750 triliun.

“Ini sebagian sangat besar untuk kesehatan sebab belanja kesehatan akibat naiknya Delta karena perawatan kami mengeluarkan hampir Rp94 triliun,” jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut menunjukkan bahwa biaya penanganan COVID-19 sangat mahal hingga ratusan triliun hanya untuk sektor kesehatan dan belum sektor lain seperti perlindungan sosial.

Baca Juga: Sri Mulyani Ingatkan Masyarakat: Jangan Asal, Gas LPG 3 Kg untuk Rakyat Miskin

“Jadi kami bisa lihat bahwa COVID-19 is so expensive. Itu perawatan, belum termasuk vaksinasi,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

X