Hebat, Ternyata Ini Pemicu Angka Stunting di Sumbar Turun Signifikan 

- Kamis, 10 Februari 2022 | 21:33 WIB
Ilustrasi Stunting. (Net)
Ilustrasi Stunting. (Net)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kepala Perwakilan (Kaper) Bkkbn Provinsi Sumatra Barat, Fatmawati menyebut prevelansi stunting di Sumbar turun signifikan dalam dua tahun terakhir. Dari yang sebelumnya berada pada angka 27,19 persen sekarang menjadi 23.3 persen.

"Prevalensi stunting di Sumatera Barat mengalami penurunan menjadi 23.3, angta tersebut juga lebih tinggi dibandingkan angka nasional 24.4," kata Fatmawati, Kamis (10/2/2022). 

Ia menambahkan saat ini ada 9 Kabupaten/Kota dengan prevalensi stunting yang tinggi dari angka provinsi. Antara lain Kab Solok 40,1 persen, Kab. Pasaman 30,2 persen, Kab. Sijunjung 30,1 persen, Kab. Padang Pariaman 28,3 persen, Kab. Lima Puluh Kota 28,2 persen, Kab. Kep. Mentawai 27,3 persen, Kab. Pesisir Selatan 25,2 persen, Kab. Solok Selatan 24,5 persen dan Kab. Pasaman Barat 24,0 persen.

Baca Juga: Minum Tablet Tambah Darah Bisa Cegah Stunting pada Remaja

Dikatakannya, dari hasil SSGI tersebut harus dilakukan upaya yang masif untuk melakukan percepatan penurunan stunting melalui intervensi secara spesifik dan sensitif agar prevalensi stunting di Kab/Kota khususnya, Sumatera Barat umumnya mengalami penurunan.

Fatmawati mengatakan beberapa faktor yang masih menyebabkan stunting diantaranya kepala keluarga tidak memiliki penghasilan, tingkat pendidikan, sanitasi jamban, dalam keluarga makanan tidak variatif proteinnya, saat lahir berat badannya kecil, tinggi tidak sampai 46 cm.

"Bkkbn sangat berharap bantuan dan kerja sama semua pihak yang terkait untuk membantu percepatan penurunan stunting," tuturnya.

Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat, juga telah berupaya dengan membentuk Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang berjumlah kurang lebih 10.000 orang yang tersebar disetiap kelurahan/nagari/desa. TPK tersebut terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB.

Tiap TPK diberikan tugas untuk melakukan pendampingan terhadap calon pengantin, pasang usia subur yang hamil, pasangan usia subur pasca melahirkan sampai dengan memiliki anak baduta dan balita. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X