Anak 12 Tahun Diduga Korban Malpraktik Puskesmas Ulak Karang Padang

- Rabu, 16 Februari 2022 | 19:02 WIB
Korban dan ibunya, Murniati (43), mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang untuk meminta keadilan.
Korban dan ibunya, Murniati (43), mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang untuk meminta keadilan.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Seorang anak yang masih berumur 12 tahun diduga menjadi korban mal praktik berupa salah pemberian obat dari Puskesmas Ulak Karang, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, yang mengakibatkan mata kirinya terancam kehilangan separuh kemampuan penglihatan.

Kasus malpraktik yang diduga dilakukan oleh pihak Puskesmas Ulak Karang tersebut diketahui dari ibu korban yang bernama Murniati (43),yang mendatangi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang untuk meminta keadilan.

Murniati orang tua dari AK (12) yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar menjelaskan, kasus dugaan mal praktik itu, berawal saat anaknya mengeluhkan rasa gatal dan banyaknya kotoran yang muncul pada mata bagian sebelah kiri pada bulan Maret tahun 2021 lalu.

Baca Juga: 13 PKL di Jalan Hiligoo Ditertibkan Satpol PP Padang

"Pada saat itu saya membawa AK berkonsultasi dengan dokter anak di Puskesmas Ulak Karang, dan saya diberikan pil dan obat tetes mata dengan petunjuk dipakai tiga kali sehari, akan tetapi saat pertama kali dipakai, anak saya mengeluhkan rasa panas seperti terbakar pada bagian matanya, setelah tiga hari pemakaian, kondisi mata anak saya tidak kunjung membaik dan malah bertambah parah," ujarnya, Rabu (16/2/2022).

Setelah AK terus-menerus mengeluhkan rasa panas dan sakit saat obat tetes yang diberikan Puskesmas Ulak Karang itu dipakai, Murniati mengatakan bahwa ia selanjutnya memutuskan untuk pergi ke sebuah apotek dengan harapan bisa menemukan obat yang lebih baik lagi.

"Sesampainya di apotek, setelah menunjukkan obat yang diberikan oleh Puskesmas Ulak Karang, ternyata apoteker di sana mengatakan bahwasanya obat yang diberikan oleh Puskesmas itu adalah obat tetes telinga, bukan obat tetes mata, sehingga ia mengarahkan saya untuk minta pertanggungjawaban ke Puskesmas Ulak Karang," ucapnya.

Selanjutnya, karena tidak terima anaknya menjadi korban dugaan mal praktik, Murniati mengatakan ia langsung mendatangi Ketua RT setempat untuk membantunya meminta pertanggungjawaban pihak Puskesmas.

"Saya juga langsung menemui dokter anak di Puskesmas Ulak Karang pada tanggal 5 April 2021 untuk meminta penjelasan, setelah memperlihatkan obat tetes telinga yang sebelumnya diberikan petugas Puskesmas, dokter itu langsung merampas obat itu dan menggantinya dengan obat tetes mata," ungkapnya.

Keesokan harinya, dikatakan oleh Murniati, ia kembali mendatangi Puskesmas Ulak Karang dan atas rekomendasi petugas Puskesmas Ulak Karang, AK selanjutnya dirujuk ke Rumah Sakit Hermina dan dilakukan rawat jalan selama 42 hari.

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Tags

Terkini

X