Stok Kedelai Cukup untuk 2 Bulan ke Depan, Mendag Bakal Atur Harga Acuan Tahu Tempe

- Rabu, 23 Februari 2022 | 07:49 WIB
Kedelai tahu tempe mahal  (Portal Bandung Timur)
Kedelai tahu tempe mahal (Portal Bandung Timur)

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Pemerintah bakal mengatur harga acuan tahu tempe. Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan harga acuan tahu dan tempe diharapkan bisa menjaga kestabilan harga di pasaran menyusul kenaikan harga kedelai impor.

"Apa yang kami kerjakan, kami menjembatani antara pengrajin dan penjual tempe di pasar dengan menentukan harga acuan daripada tahu dan tempe. Ini akan segara kami keluarkan," kata Lutfi, Rabu (23/2/2022).

Menurut Lutfi, harga kedelai saat ini memang tinggi. Namun demikian, sebetulnya masih lebih rendah jika dibandingkan harga pada Mei 2021.

Baca Juga: Produsen Tahu di Bukittinggi Keluhkan Lonjakan Harga Kedelai

"Sekarang ini harganya USD15,86 segatangnya atau setara dengan Rp11.500 sampai di pengrajin, jadi harganya memang tinggi tapi waktu itu sempat lebih mahal, sempat Rp12.000 pada saat itu," kata dia.

Mendag menyadari bahwa tingginya harga kedelai telah memicu pengrajin tahu dan tempe melakukan aksi mogok berproduksi. Namun menurutnya tidak semua pengrajin mengikuti aksi itu.

"Mereka masih ramai tidak semuanya setuju (aksi mogok). Jadi antara satu asosiasi di satu daerah dengan daerah lain berbeda-beda," kata dia.

Lutfi menuturkan bahwa harga kedelai telah diatur secara internasional karena merupakan salah satu komoditas yang tinggi di level internasional.

Saat ini, kata dia, Indonesia masih memiliki stok kedelai mencapai 300 ribu ton sehingga diperkirakan masih bisa memenuhi kebutuhan selama dua bulan ke depan.

"Cukup untuk dua bulan kira-kira," ucap Lutfi.(*)

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Okezone

Tags

Terkini

Delapan Tips Beli Kandang Peliharaan Agar Tetap Sehat

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:42 WIB

BPKB Dishub Kota Pariaman Terapkan Pembayaran Online

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:13 WIB
X