Dokter Tanggapi Video Bocah Di-swab Nakes Secara Bar-bar

- Rabu, 23 Februari 2022 | 16:40 WIB
Bocah di-swab secara bar-bar (Foto: Inst)
Bocah di-swab secara bar-bar (Foto: Inst)

HARIANHALUAN.COM - VIRAL video di media sosial memperlihatkan seorang bocah laki-laki kesakitan saat sedang di-swab. Bukan tanpa alasan, teknik swab yang dilakukan si tenaga kesehatan terkesan menyakitkan.

Si bocah yang mengenakan kaos hitam hanya bisa duduk dan memegang tangan ibunya. Matanya memperlihatkan rasa kesakitan, pun air mata membasahi pipinya.

Akun Instagram @nyonya_gossip yang membagikan video tersebut. Dia mengambil video dari akun TikTok @hiji547. Di keterangan video, admin menuliskan,

"Sakit tau, sus. Kemarin habis lihat video bapak-bapak diucek-ucek begini juga tapi lupa nama akun toktoknya apa. Eh, sekarang lihat beginian lagi, duh, ini sih bukan cek lagi, tapi mau masukin kita ke rumah sakit."

Baca Juga: Naikan Tarif Pemeriksaan Swab PCR , Izin Rumah Sakit dan Klinik akan Dicabut

Mengetahui adanya video viral ini, MNC Portal coba mewawancarai Dokter Spesialis Patologi Klinik Konsultan dr Basti Andriyoko, SpPK (K). Menurut dr Basti, secara kedalaman batang swab masuk ke hidung sudah benar, namun teknik pengambilan sampel seharusnya dilakukan secara perlahan.

"Kalau dilihat, secara kedalaman swab yang masuk ke hidung sudah benar. Tapi, untuk pemutaran batang swab memang seharusnya dilakukan secara perlahan," terang dr Basti melalui pesan singkat, Rabu (23/2/2022).

Dokter Basti memberi perhatian pada teknik pengambilan sampel yang dilakukan si nakes di video dianggap terlalu cepat. Ini yang kemungkinan akan membuat si anak merasa lebih sakit dari swab biasanya.

"Sudut memutar batang swab-nya juga terlalu melebar. Padahal, putaran batang swab-nya itu hanya dipilin dan harus pelan-pelan," katanya.

Bisa dilihat juga di video bahwa si nakes yang melakukan swab memutar batang swab sebanyak 10 kali putaran dengan gerakan maju mundur. Di sisi lain, dr Basti mengatakan bahwa wajarnya batang swab diputar tidak sebanyak itu.

"Cukup 3-5 kali saja. Itu rata-rata," tambanya. "Ya, yang jelas pengambilan sampel dengan swab itu memang tidak nyaman, tapi bisa diminimalisir dengan teknik yang tepat," sambung dr Basti.(*)

Halaman:

Editor: Nova Anggraini

Sumber: Okezone.com

Tags

Terkini

X