Rais Aam PBNU KH Miftachul Achyar Mengundurkan Diri dari Ketua Umum MUI

- Rabu, 9 Maret 2022 | 20:52 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) (Alfitra Akbar)
Majelis Ulama Indonesia (MUI) (Alfitra Akbar)

Jakarta, HarianHaluan.com – Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Miftachul Achyar mengirimkan surat pengunduran diri dari jabatan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Hal ini disampaikan sendiri oleh KH Miftachul dalam Rapat Gabungan Syuriyah-Tanfidziyah PBNU di Kampus Unusia Parung, Bogor, Jawa Barat Rabu (9/3).

"Di saat ahlul halli wal aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 NU menyetujui penetapan saya sebagai Rais Aam, ada usulan agar saya tidak merangkap jabatan”

“Saya langsung menjawab sami'na wa atha'na (kami dengarkan dan kami patuhi). Jawaban itu bukan karena ada usulan tersebut, apalagi tekanan," ujar Miftachul dikutip dari laman resmi NU.

Baca Juga: MUI: Penerapan Aturan Toa Masjid Harus Perhatikan Kearifan Lokal

Lebih lanjut, KH Miftachul mengungkap cerita proses pemilihan dirinya menjadi Ketum MUI pada November 2020. Miftachul mengaku dirayu dan diyakinkan hampir dua tahun untuk bersedia menjadi Ketum MUI.

"Semula saya keberatan, tapi kemudian saya takut menjadi orang pertama yang berbuat 'bid'ah' di dalam NU. Karena selama ini Rais Aam PBNU selalu menjabat Ketua Umum MUI," jelasnya.

Sebelumnya, Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) Muktamar ke-34 PBNU meminta KH Miftachul Akhyar tidak merangkap jabatan usai terpilih sebagai Rais Aam PBNU 2021-2026.

"Kalau ingin menjadi Rais Aam NU 2021-2026, diharapkan untuk tidak rangkap jabatan di organisasi yang lain dan itu disetujui oleh semua anggota Ahwa," kata Zainal dalam Muktamar ke-34 PBNU di Lampung Tengah, 24 Desember 2020.

Halaman:

Editor: Alfitra Akbar

Sumber: nu.or.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Akademisi Puji Politik Kerja Andre Rosiade

Senin, 4 Juli 2022 | 17:54 WIB

Bank Nagari Jalin Kerja Sama dengan BKMT Sumbar

Senin, 4 Juli 2022 | 17:13 WIB

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X