Minyak Goreng Langka dan Mahal, Netizen : Masyarakat Lebih Khawatir Migor Ketimbang Virus Corona

- Jumat, 18 Maret 2022 | 11:10 WIB
Ilustrasi minyak goreng.
Ilustrasi minyak goreng.

HARIAN HALUAN - Masyarakat lebih rileks menyikapi varian Covid-19 belakangan ini. Hal ini tampak dari keseharian mulai banyak masyarakat yang melonggarkan protokol kesehatan.

Bahkan dalam kelakarnya, netizen justru lebih khawatir dengan kelangkaan minyak goreng (migor) ketimbang Virus Corona.

Sebelumnya Pemerintah Selasa, 15 Maret 2022 mencabut aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng kemasan dan memberikan subsidi bagi minyak goreng curah.

Keputusan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto usai melakukan Rapat Terbatas (Ratas) mengenai kebijakan distribusi dan harga minyak goreng, Selasa, 15 Maret 2022.

Sebelumnya, HET minyak goreng sempat diterapkan sebagaimana mengacu pada Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 06 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Minyak Goreng Sawit.

Penerapan HET tersebut membuat harga minyak goreng berkisar antara Rp 13.500 sampai dengan Rp 14.000 per liter. Sementara harga minyak goreng curah adalah Rp 11.500.

Kendati demikian, aturan tersebut justru membuat keberadaan minyak goreng menjadi langka sehingga harganya melebihi ketentuan HET.

Beberapa waktu lalu, sebelum kebijakan terbaru itu dikeluarkan, kelangkaan minyak goreng masih terjadi di banyak tempat sehingga banyak warga harus antre untuk membeli walau pemerintah sudah mengeluarkan beberapa aturan untuk menstabilkan harga dan pasokan sejak Januari lalu.

Bahkan kelangkaan minyak goreng juga terjadi di daerah-daerah lumbung kelapa sawit, yaitu Riau dan Kalimantan Barat, seperti yang diungkap warga setempat wartawan dikutip antara.

Halaman:

Editor: Muhammad Irfan

Tags

Terkini

TNI AD Tingkatkan Ketahanan Pangan Bersama Kepala BPIP

Minggu, 14 Agustus 2022 | 10:22 WIB

Delapan Tips Beli Kandang Peliharaan Agar Tetap Sehat

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 14:42 WIB
X