Jamiluddin Ritonga: Jokowi Tak Perlu Sindir Menteri Jika Mau Reshuffle

- Sabtu, 26 Maret 2022 | 13:06 WIB

HARIAN HALUAN - Pengamat komunikasi politik M Jamiluddin Ritongan mengkritik sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang memarahi dan menyindir para menterinya di depan publik.

Menurut Jamiluddin Ritonga, kemarahan Jokowi di depan publik justru menjadi boomerang karena dianggap tidak bisa mengendalikan amarah.

"Sebagai presiden, tak elok bila menunjukkan amarah dan memyindir pembantunya di hadapan rakyat. Seorang pemimpin seharusnya mampu mengendalikan amarah di depan umum. Pemimpin yang tak mampu mengendalikan amarahnya akan menurunkan wibawanya sendiri," kata Jamil kepada Harian Haluan pada Sabtu, 26 Maret 2022. 

Baca Juga: Menteri Dimarahi Presiden Jokowi di Depan Publik, Rocky Gerung: Harusnya Mengundurkan Diri

Apalagi soal reshuffle, kata Jamil, itu menjadi hak prerogatif Presiden. Karena itu, tak sepatutnya amarah dan menyindir pembantunya dikaitkan dengan reshuffle kabinet.

"Kalau presiden menilai kinerja pembantunya rendah maka langsung saja reshuffle tanpa terlebih dahulu mempermalukannya di depan umum. Dengan begitu, presiden mengangkat menteri dengan baik dan memberhentikannya juga dengan cara baik," kata Jamil.

Lagi pula, kata Jamil, kalau reshuffle terlalu sering, orang akan bertanya, yang salah presidennya atau menterinya.

Baca Juga: Pernyataan Jokowi dan Luhut Disambut Netizen dengan Tolak Wacana Presiden 3 Periode

Karena kata Jamil, bisa saja seleksi menteri yang tidak ketat, sehingga kualitasnya memang tak layak menjadi menteri.

Halaman:

Editor: Muhammad Irfan

Tags

Terkini

Akademisi Puji Politik Kerja Andre Rosiade

Senin, 4 Juli 2022 | 17:54 WIB

Bank Nagari Jalin Kerja Sama dengan BKMT Sumbar

Senin, 4 Juli 2022 | 17:13 WIB

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X