Merusak Lingkungan dan Melanggar Hukum, WALHI Minta Izin PKKNK Koperasi Minyak Atsiri Mentawai Dievaluasi

- Selasa, 5 April 2022 | 20:27 WIB
Kondisi Silabu, Mentawai (Foto: MentawaiKita.com)
Kondisi Silabu, Mentawai (Foto: MentawaiKita.com)

HARIAN HALUAN - Kepala Departemen dan Advokasi Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Sumatera Barat, Tommy Adam mengatakan perlu dilaksanakan evaluasi perizinan pemanfaatan kayu kegiatan non kehutanan (PKKNK) terhadap Koperasi Minyak Atsiri Mentawai.

Pasalnya, terdapat temuan pelanggaran hukum pada proses pembangunan logpond kayu oleh Koperasi Minyak Atsiri Mentawai di Pantai Polimo, Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai

Menurutnya, akibat pembangunan logpond kayu yang tidak berizin tersebut, telah terjadi kerusakan terumbu karang.

Baca Juga: Polisi Berhasil Ringkus 2 Predator Anak di Mentawai, Jadi Tersangka Pencabulan

"Pelanggaran hukum disinyalir tidak hanya soal pembangunan logpond, tetapi juga berkaitan dengan pemanfaatan hasill hutan kayu melalui skema (Pemanfaatan Kayu Kegiatan Non Kehutanan (PKKNK)," katanya.

Menurutnya penebangan kayu sudah dilakukan, bahkan sebagian hasilnya telah diangkut untuk dijual.

"Sementara pada sisi lain dokumen lingkungan dan akses jalan angkut kayunya masih bermasalah,” kata Tommy lewat rilis yang diterima Harian Haluan, Selasa 5 April 2022.

Baca Juga: BNPB Imbau Warga Tetap Siaga Hadapi Gempa Susulan Segmen Megathrust Mentawai

Sehingga Tommy menambahkan bahwa Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat harus memberikan perhatian demi mencegah terjadinya pelanggaran hukum yang berlanjut.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

BPKB Dishub Kota Pariaman Terapkan Pembayaran Online

Jumat, 12 Agustus 2022 | 21:13 WIB
X