Mencuat Dugaan Gratifikasi Saat Nonton MotoGP, ICW: Jika Terbukti Terancam Penjara 20 Tahun

- Kamis, 14 April 2022 | 23:59 WIB
ilustrasi. Gratifikasi. (pic. kemluri)
ilustrasi. Gratifikasi. (pic. kemluri)

HARIANHALUAN.COM - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana mengatakan, sejumlah pelanggaran yang harus ditelusuri Dewan Pengawas (Dewas) KPK dalam kasus dugaan gratifikasi.

Bahwa laporan itu mencuat usai Dewas KPK menerima laporan dugaan pelanggaran kode etik oleh Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. 

Laporan itu menuduh Lili menerima gratifikasi saat menonton MotoGP Mandalika

Baca Juga: Polda Metro Jaya Beri Penjelasan Soal Penolakan Laporan Dugaan Gratifikasi Luhut

ICW mengungkapkan sejumlah catatan pelanggaran yang penting untuk ditelisik lebih lanjut, jika Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar benar menerima gratifikasi saat menonton gelaran MotoGP Mandalika.

Diantaranya potensi pidana yang dilakukan Lili. Sebab, penerimaan itu bisa dianggap sebagai gratifikasi jika Lili bersikap pasif begitu saja dan tidak melaporkan penerimaan tersebut ke KPK.

“Tindakan ini jelas melanggar Pasal 12 B UU Tipikor (Undang-undang Tindak Pidana Korupsi) dan Wakil Ketua KPK itu dapat diancam dengan pidana penjara 20 tahun bahkan seumur hidup,” kata Kurnia dikutip HarianHaluan.com dari Tempo.co pada Kamis (14/4/2022).

Baca Juga: Hore, Jokowi: Masyarakat Dapat Rayakan Lebaran di Kampung dan Tetap Waspada Lonjakan Covid-19

Selanjutnya, penerimaan itu menurut Kurnia juga bisa dianggap sebagai praktik suap jika pihak pemberi telah berkomunikasi dengan Lili dan terbangun kesepakatan untuk permasalahan tertentu. 

Halaman:

Editor: Jefli Bridge

Sumber: Tempo.co

Tags

Terkini

Wanita Asal Cina Alami Kecelakaan di Gunung Rinjani

Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:48 WIB
X