PeduliLindungi Disorot AS, Rocky Gerung: Internasional Tak Mau Muji Legitimasi Jokowi

- Sabtu, 16 April 2022 | 15:24 WIB
Presiden Jokowi: Apresiasi Kesiapan PLN Dukung KTT G20
Presiden Jokowi: Apresiasi Kesiapan PLN Dukung KTT G20

HARIAN HALUAN - Akibat Amerika Serikat (AS) mempermasalahkan aplikasi PeduliLindungi, dunia internasional tidak lagi berkubu pada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Seperti diketahui, AS mempermasalahkan aplikasi PeduliLindungi yang dinilai melanggar hak asasi manusia (HAM) dengan anggapan privasi masyarakat tidak terjaga.

Tidak hanya status vaksin dan infeksi Covid-19, tetapi juga aktivas masyarakat di ruang publik.

Pengamat politik, Rocky Gerung menyebut jika tuduhan AS terkait pelanggaran HAM melalui aplikasi PeduliLindungi merupakan teguran dari internasional yang akan berdampak ke pemerintahan Jokowi ke depannya.

Baca Juga: Aplikasi PeduliLindungi  Lenyap dari App Store, Begini Penjelasan Jubir Kominfo

"Bagi masyarakat sipil Indonesia teguran dari internasional tentang pelanggaran HAM adalah pertanda bahwa internasional tidak lagi mau memuji-muji atau membantu legitimasi Presiden Jokowi. Artinya, Presiden Jokowi sudah tidak dianggap sebetulnya dalam pergaulan masyarakat HAM dunia," kata Rocky Gerung dikutip Harian Haluan dari Pikiran-Rakyat.com.

Kondisi ini disebut Rocky Gerung akan berdampak ke situasi yang ada di Istana Negara.

"Implikasinya mungkin kita bisa lihat dalam dua minggu ini yaitu keretakan istana semakin besar, karena semua isu tentang HAM itu memang diucapkan secara formal oleh Departemen Luar Negeri AS," ujar Rocky Gerung.

Tidak hanya keretakan di Istana Negara, Rocky Gerung juga menyebutkan hal tersebut dapat memengaruhi adanya MoU yang berpotensi dibatalkan.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X