AS Sebut Aplikasi PeduliLindungi Melanggar HAM, Kemekes RI Buka Suara

- Minggu, 17 April 2022 | 12:29 WIB
ilustrasi Aplikasi PeduliLindungi
ilustrasi Aplikasi PeduliLindungi

HARIAN HALUAN- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebutkan Aplikasi PeduliLindungi melanggar hak asasi manusia (HAM). Terkait hal tersebut Juru Bicara Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi buka suara.

Sebelumnya, dalam laporan 2021 Country Reports on Humans Right Pratices, Jumat (15/3), aplikasi PeduliLindungi yang digunakan pemerintah Indonesia untuk melacak kasus Covid-19 melanggar HAM, terutama terkait dengan privasi data penduduk.

Aplikasi ini menyimpan informasi tentang status vaksinasi individu, namun cara kerjanya disesalkan oleh pendukung HAM.

Baca Juga: Muslim India Protes Pemerintah Ditengah Meningkatnya Sentimen Anti-Islam

"LSM menyatakan keprihatinan tentang informasi apa yang dikumpulkan dan bagaimana dta disimpan dan digunakan oleh pemerintah," tulis laporan tersebut yang dilansir dari Kompas.com, Minggu (17/4).

Karena hal itu, Juru Bicara Kemenkes SIti Nadia menilai tudingan dari pegiat HAM adalah tidak mendasar.

"Tuduhan aplikasi ini tidak berguna dan melanggar HAM adalah sesuatu yang tidak mendasar," ujarnya dalam laman resmi Kemenkes RI, Jumat (15/4) lalu.

Ia menjelaskan, aplikasi PeduliLindungi berfungsi sebagai alat pencegahan pasien Covid-19 dan warga berisiko berkeliaran di tempat umum.

Baca Juga: Apa Saja Khasiat dari Buah Kurma? Berikut Manfaatnya untuk Kesehatan

Menurutnya, selama periode 2021-2022, PeduliLindungi sudah mencegah 3.733.067 orang dengan status merah atau vaksinasi belum lengkap memasuki ruang publik.

Selain itu, lanjut Nadia, aplikasi tersebut juga telah mencegah 538.659 upaya orang yang terinfeksi Covid-19 melakukan perjalanan domestik atau mengakses ruang publik tertutup.

Nadia mengimbau semua pihak agar teliti membaca laporan asli dari US State Departement tersebut.

Ia menegaskan bahwa laporan itu tidak mengandung tuduhan bahwa PeduliLindungi melanggar HAM.

"Kami memohon agar para pihak berhenti memelintir seolah-olah laporan tersebut menyimpulkan adanya pelanggaran," katanya.

Baca Juga: Carlo Ancelotti Pastikan Luka Modric Tetap Bertahan di Real Madrid

Menurutnya, penggunaan PeduliLindungi secara masif berdampak positif untuk melaksanakan kebijakan pengawasan (surveilance).

Selain itu, PeduliLindungi memiliki beberapa fitur di antaranya adalah fitur pencarian lokasi vaksin terdekat, fitur telemedisin dan pengiriman obat, fitur penerbitan dan dompet digital sertifikat Indonesia berstandar WHO.

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X