Begini Kata Menko Polhukam Mahfud MD Soal AS Sebut Aplikasi AplikasiLindungi Melanggar HAM

- Minggu, 17 April 2022 | 13:04 WIB
ilustrasi Aplikasi PeduliLindungi
ilustrasi Aplikasi PeduliLindungi

HARIAN HALUAN- Terkait pernyataan Depertemen Luar Negera Amerika Serikat (AS) menyebutkan Aplikasi PeduliLindungi melanggar Hak Asasi Manusia (HAM), Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud turut buka suara.

"Tidak apa-apa itu laporan biasa saja, ada LSM yang tidak bisa disebutkan LSMnya apa, itu tidak masalah. Itu bagian dari informasi saja," terang Mahfud MD, melalui aku Youtubenya, Sabtu (16/4/2022).

Lanjutnya, PeduliLindungi bertujuan untuk bisa membantu upaya pemerintah Indonesia dalam menangani kasus Covid-19. Justru, melalui Aplikasi itu Indonesia mendapat urutan pertama terbaik di ASEAN dalam menangani kasus Covid-19.

Baca Juga: Puan Maharani Ungkap Berkah Puasa Mampu Selamatkan Bung Karno dari Pembunuhan

"Mungkin dianggap melanggar HAM karena orang yang terpantau Covid-19 melalui PeduliLindungi diketahui kena lalu dilarang menuju satu tempat, dan dilarang berdekatan dengan orang lain. Itu mungkin yang dianggap pelanggaran HAM," ungkap Mahfud.

Ia menyebutkan, melalui Pedulilindungi Indonesia berhasil mengatasi mengatasi Covid-19 lebih baik dari Amerika Serikat.

Baca Juga: Jelang Chelsea vs Crystal Palace: Peluang The Blues Lolos ke Final FA Cup

Bahkan berdasarkan laporan dari Special Procedures Mandate Holders (SPMH) atau di bawah dewan PBB tercatat bahwa laporan pelanggaran HAM di tahun 2018 - 2021 terdapat sebanyak 76 kasus laporan HAM untuk Amerika Serikat.

Sebelumnya, dalam laporan 2021 Country Reports on Humans Right Pratices, Jumat (15/3), aplikasi PeduliLindungi yang digunakan pemerintah Indonesia untuk melacak kasus Covid-19 melanggar HAM, terutama terkait dengan privasi data penduduk.

Aplikasi ini menyimpan informasi tentang status vaksinasi individu, namun cara kerjanya disesalkan oleh pendukung HAM.

Baca Juga: AS Sebut Aplikasi PeduliLindungi Melanggar HAM, Kemekes RI Buka Suara

"LSM menyatakan keprihatinan tentang informasi apa yang dikumpulkan dan bagaimana dta disimpan dan digunakan oleh pemerintah," tulis laporan tersebut yang dilansir dari Kompas.com, Minggu (17/4).

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X