Polisi Beberkan Pola Rekrutmen NII Sumbar, Berikut Penjelasannya

- Selasa, 19 April 2022 | 13:20 WIB
ilustrasi penangkapan teroris/ foto: ANTARA FOTO
ilustrasi penangkapan teroris/ foto: ANTARA FOTO

HARIAN HALUAN- Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri membeberkan pola Negara Islam Indonesia (NII) merekrut anggota terorirs.

"Bulan Maret 2022 telah dilakukan penegakan hukum terhadap 16 orang anggota jaringan Negara Islam Indonesia (NII)," kata Kabagbinops Densus 88 AT Polri, Kombes Pol Aswin Siregar dalam keterangannya, Senin (18/4/2022).

Baca Juga: NII Sumbar Ingin Gulingkan Presiden Jokowi hingga Ubah Ideologi Negara Indonesia

Aswin menerangkan, dari penangkapan terhadap 16 anggota NII Sumbar, terkuak pola kelompok tersebut dalam merekrut anggota-anggota baru, di mana bisa mencapai ribuan dari berbagai tingakatan wilayah.

Tahap perekrutan anggota
Diketahui, wilayah organisasi NII di Sumbar memiliki struktur mulai pada tingkatan cabang, kecamatan, hingga CV (istilah NII) IV/Padang dengan anggota mencapai 1.125 anggota, dengan 400 anggota aktif.

Baca Juga: BLT Minyak Goreng dan BPNT Bakal Cair Rp900.000, Begini Cara Ceknya

"Di mana sekitar 400 orang di antaranya merupakan personel aktif dan selebihnya non-aktif (sudah berbai’at namun belum aktif dilibatkan dalam kegiatan NII) yang sewaktu-waktu bisa diaktifkan apabila perlu," sebutnya.

Selanjutnya, Aswin mengatakan dari pola perekrutan berjenjang NII Cabang IV/Padang yang terbagi dalam 5 ranting/ UD yang masing-masing berhasil menghasilkan anggota sekitar 200 orang.

Adapun, dari jumlah total di Sumatera Barat, tercatat ada sekitar 833 orang tersebar di Kabupaten Dharmasraya dan 292 orang berada di Kabupaten Tanah Datar.

"Proses perekrutan anggota NII juga digelar secara terstruktur dan sistematis. Untuk bergabung menjadi ‘warga’ NII, seseorang harus melalui 4 (empat) tahap perekrutan yang disebut ‘pencorakan’, yaitu P1 (Pencorakan 1), P2, PL/P3, dan P4," tuturnya.

Baca Juga: Peduli dengan Pengusaha Muda Pemula, Mardani H Maming Kerap Beri Modal dan Kiat dalam Berwirausaha

Pada keempat tahap tersebut secara berjenjang tiap calon ‘warga’ akan diberi materi dan nilai-nilai terkait menghafal Sapta Subaya, pemahaman syari’at Islam dan ibadahnya, sejarah perjuangan umat Islam, ma’rifatul insan, siroh nabawi, dan berbagai nilai-nilai ‘keislaman’ versi NII.

"Setiap calon ‘warga’ juga akan melalui tiga tahap bai’at yaitu bai’at jama’ah imammah, bai’at NII/kenegaraan, dan bai’at perjuangan. Terkhusus bagi yang akan diangkat menjadi pengurus/pejabat, ada tambahan yaitu bai’at kepengurusan," katanya.

Merekrut anak di bawah umur
Selain itu, Aswin juga menyebutkan bahwa mereka juga merekrut anak di bawah umur.

"Hal ini terbukti dengan ditemukannya 77 anak di bawah 17 tahun yang dicuci otak dan dibai'at untuk sumpah setia kepada NII," jelasnya.

Tercatat, ada sekitar 126 orang lain yang saat ini sudah dewasa, namun dulu juga direkrut saat masih usia belasan tahun.

Baca Juga: Kemenhub Imbau Masyarakat Hindari Mudik Pada Tanggal 28-30 April, Ini Penyebabnya

Oleh karena itu, Aswin mengatakan, saat ini pihaknya juga bekerjasama dengan KPAI untuk mengembangkan kasus ini berkaitan pola rekrutmen anak-anak di bawah umur.

"Terkait hal ini, KPAI telah meminta Polri untuk mengembangkan pengungkapan jaringan NII Sumatra Barat untuk mencegah berlanjutnya pola rekrutmen terhadap anak-anak," katanya.

Editor: Nuraini

Tags

Terkini

X