Telat Tanggapi Isu Ribuan Anggota NII di Sumbar, Komunikasi Politik Pemprov Dinilai Buruk

- Selasa, 19 April 2022 | 18:06 WIB
Ilustrasi. Densus 88 mencium gerakan dimana kelompok NII ingin melengserkan pemerintahan sebelum 2024.  (pixabay.com)
Ilustrasi. Densus 88 mencium gerakan dimana kelompok NII ingin melengserkan pemerintahan sebelum 2024. (pixabay.com)

HARIAN HALUAN - Kabar adanya 1.125 anggota Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat (Sumbar) menghebohkan publik, hingga muncul tanggapan-tanggapan dari berbagai elemen masyarakat.

Di tengah kehebohan tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) diminta memberi klarifikasi agar memberi kejelasan di tengah isu yang beredar di masyarakat agar tidak muncul stigma Sumbar sebagai sarang teroris.

Asrinaldi yang merupakan akademisi dan pengamat politik yang aktif mengajar di Universitas Andalas (Unand) mengatakan terkait data yang disampaikan kepolisian dari pengakuan 16 anggota NII yang ditangkap harus menjadi perhatian pemprov sehingga harus diklarifikasi untuk membuktikan kebenarannya.

Baca Juga: Ini Ajaran yang Diberikan NII Sumbar kepada Anggotanya

"Yang perlu kita garis bawahi dari hasil investigasi Densus 88 adalah dengan ditangkapnya 16 orang ini, dari pengakuan mereka mengatakan sudah ada merekrut kader baru. Pengakuan seperti itu bukan main main juga dan tidak mungkin membuka data tanpa dasar," kata Asrinaldi ketika dihubungi Harian Haluan, Selasa 19 April 2022.

Ia menjelaskan bahwa data tersebut berasal dari pihak yang ditangkap dan penting selanjutnya untuk klarifikasi lokasi yang diduga jadi tempat anggota NII tersebut, sebagaimana disebutkan di Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Dharmasraya.

"Yang harus Pemprov lakukan, yakni mendata dan mengidentifikasi di Tanah Datar dan Dharmasraya, benar atau tidak, sebab ada kemungkinan ribuan orang tersebut hanya dicatat sebagai anggota tapi belum tentu memahami sepenuhnya arah pergerakan NII," ujarnya.

Baca Juga: Ketua DPRD Sumbar Minta Pemerintah Serius Tangani NII, Supardi: Jangan Sampai Image Sumbar Jadi Sarang Teroris

Sebab dikatakannya kasus serupa pernah terjadi dalam sejarah bangsa Indonesia, ketika banyak penangkapan hingga pembunuhan terhadap terduga anggota dan simpatisan PKI pasca G30S tahun 1965.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Gubernur Sumbar Bagi-bagi Bendera Merah Putih

Senin, 8 Agustus 2022 | 18:05 WIB
X