Genjot Regenerasi Petani, Kementan Lepas Petani-petani Muda Magang ke Jepang

- Rabu, 20 April 2022 | 11:36 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo lepas petani untuk magang di Jepang
Mentan Syahrul Yasin Limpo lepas petani untuk magang di Jepang



HARIAN HALUAN -
Kementerian Pertanian terus mengupayakan lahirnya Petani- Petani Muda. Keseriusan dalam mencetak Regenerasi Petani diwujudkan dalam sejumlah program salah satunya yaitu Magang Bagi Pemuda Tani ke Jepang. Sebanyak 53 orang Pemuda Tani dari 19 Provinsi di Indonesia diberangkatkan di tahun 2022 ini. Dan dilepas secara resmi oleh Menteri Pertanian.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menuturkan, pada tahun ini, masyarakat dunia secara global mulai bangkit dari pandemi Covid-19 yang ditandai dengan dibukanya pintu-pintu kedatangan internasional di banyak negara.

"Kita melihat potensi perluasan pasar produk pertanian kita secara lokal dan global," kata Mentan SYL.

Baca Juga: Tanggapi Pertemuen Presiden dengan Petani Sawit, Rocky Gerung Berharap Jokowi Bertemu Mafia

Dikatakannya, pertanian bertanggungjawab menjaga kecukupan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia di masa sekarang dan masa depan dan diharapkan juga bisa memberikan kontribusi bagi pangan dunia secara positif.

Dikatakannya, sektor pertanian menunjukkan kinerja yang baik, bahkan selama pandemi Covid 19. Nilai ekspor pertanian Indonesia antara Tahun 2019 dan 2020 meningkat dari Rp.390,16 T menjadi Rp.451,77 T (naik 15,79%), dan selanjutnya mencapai 625,04 T pada 2021 (naik 38,68%).

"Menghadapi kondisi yang dinamis dengan ketidakpastian harga dan pasokan pangan dunia, dibutuhkan kemauan yang kuat dengan tidak hanya mengandalkan anggaran. Dalam hal ini perlu diterapkan mindsetting agenda dan agenda intellectual," papar Mentan SYL.

53 petani milenial yang dilepas untuk magang ke Jepang berasal dari 19 provinsi, atas perekrutan tahun 2020 sebanyak 31 orang dan perekrutan tahun 2022 sebanyak 22 orang. Sedangkan tahun 2021 tidak dilakukan karena masa pandemi Covid-19.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern memerlukan adanya SDM yang unggul dan kompeten.

"Kementan melakukan banyak cara supaya peningkatan SDM pertanian berjalan secara masif dan sistematis. Peluang pelatihan atau magang di negara-negara maju dalam bidang pertanian seperti Jepang, Taiwan, Australia, dan Korea harus dimanfaatkan dengan maksimal," ujar Dedi.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X