Tiga Pelaku Usaha jadi Tersangka Kasus Ekspor CPO, GIMNI Ancam Boikot Program Minyak Goreng Curah

- Rabu, 20 April 2022 | 11:46 WIB
Ilustrasi minyak goreng curah
Ilustrasi minyak goreng curah

HARIAN HALUAN - Gabungan Industri Minyak Nabati Indonesia (GIMNI) tak terima ketiga anggotanya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pemberian fasilitas ekspor CPO.

Ia bahkan menyebut pihaknya akan berhenti menjalankan program subsidi jika masalah ini tidak diluruskan.

Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, meminta pemerintah untuk segera meluruskan duduk perkara kasus yang menyeret tiga perusahaan dan jajaran manajemen dari Wilmar Nabati Indonesia.

Pasalnya, kata Sahat, para pengusaha telah menjalankan sesuai aturan pemerintah yakni menerapkan Domestic Market Obligation (DMO) 20 persen CPO ke domestik untuk mendapat persetujuan ekspor (PE).

Baca Juga: Pelaku Usaha Minyak Sawit jadi Tersangka Migor, GIMNI: Melanggarnya di Mana?

"Saat penerapan DMO pada awal Februari 2022, para eksportir itu wajib memasok 20% CPO ke dalam negeri sebelum mendapatkan persetujuan ekspor (PE)," kata Direktur Eksekutif GIMNI, Sahat Sinaga, kepada awak media, Selasa (19/4/2022).

"Kawan kami menunggu hingga pukul 04.00 WIB di kantor Kementerian Perdagangan. Mereka nunggu itu karena semua dokumen ekspor harus ada bukti DMO. Masak ini dijadikan bukti kalau mereka mendekati pejabat," ucapnya lagi.

Ia meminta Kementerian Perindustrian untuk segera menyelesaikan masalah ini karena menurutnya, hal ini akan merugikan para pengusaha sawit.

Bahkan, Sahat menyebut pelaku usaha minyak sawit akan berhenti menjalankan program subsidi jika masalah ini tidak dibereskan.

Halaman:

Editor: Puspita Indah Cahyani

Sumber: Okezone.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X