Resah Akan Dampak Krisis Iklim, Puluhan Massa Aksi di Sumbar Layangkan 7 Tuntutan Kepada Pemerintah

- Jumat, 22 April 2022 | 19:40 WIB
Resah dengan Dampak Krisis Iklim di SumbKoalisi Anak Muda Peduli Hutan (AMPH) gelar aksi teatrikal dan deklarasi terkait krisis iklim dalam rangka memperingati Hari Bumi di depan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), Jumat 22 April 2022.   (Daffa )
Resah dengan Dampak Krisis Iklim di SumbKoalisi Anak Muda Peduli Hutan (AMPH) gelar aksi teatrikal dan deklarasi terkait krisis iklim dalam rangka memperingati Hari Bumi di depan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), Jumat 22 April 2022. (Daffa )

HARIAN HALUAN - Koalisi Anak Muda Peduli Hutan (AMPH) gelar aksi teatrikal dan deklarasi terkait krisis iklim dalam rangka memperingati Hari Bumi di depan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar), Jumat 22 April 2022.

Ketua Forum Mahasiswa Mentawai (Formma) Heronimus Eko Zebua mengatakan dampak krisis iklim sudah nyata, hingga memengaruhi Sumatera Barat.

"Buktinya antara lain banjir perdana yang dialami di tiga dusun di Desa Silabu, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepualauan Mentawai yang terjadi pada akhir Maret silam, ketika musim penghujan terjadinya deforestasi yang luar biasa," katanya.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Walhi Sumbar Ajak Masyarakat Kelola Sampah P

Dengan demikian, AMPH menyampaikan setidaknya 7 tuntutan terhadap pemerintah Indonesia yaitu menuntut deklarasi darurat iklim dari pemerintah Indonesia dan menuntut pemerintah menghentikan segala aktivitas energi kotor karena dinilai dapat meningkatkan pemanasan global serta bisa memusnahkan semua makhluk hidup.

"Kami juga menuntut pemerintah berhenti berinvestasi di sektor energi kotor dan tingkatkan investasi di sektor energi bersih terbarukan yang ramah lingkungan untuk pertumbuhan ekonomi yang sehat dan mencabut seluruh kebijakan yang merusak lingkungan dan ekosistem serta memastikan kebijakan-kebijakan baru yang berpihak pada pelestarian terhadap lingkungan dan ekosistem," ujarnya.

Selanjutnya, AMPH menuntut pemerintah Indonesia untuk menjamin keamanan dan keadilan bagi semua aktivis atau pejuang lingkungan di Indonesia dan menuntut pemerintah Indonesia untuk menjamin keselamatan dan kesehatan masyarakat Indonesia yang terdampak oleh penggunaan energi kotor oleh perusahaan.

Baca Juga: Peringati Hari Bumi, Puan Maharani: Butuh Komitmen Bersama Dalam Mengatasi Perubahan Iklim

"Terakhir, kami juga menuntut pemerintah lebih ikut memperhatikan seluruh ekosistem yang ada di bumi dan termasuk menyelamatkan hidup manusia dan makhluk hidup di bumi," katanya.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

X