Sumber Devisa Rumput Laut, KKP Dorong Geliat Budidaya Gracilaria melalui Kampung Budidaya di Sidoarjo

- Sabtu, 23 April 2022 | 12:40 WIB
Model kampung budidaya rumput laut di Kabupaten Sidoarjo
Model kampung budidaya rumput laut di Kabupaten Sidoarjo

HARIAN HALUAN - Sidoarjo merupakan kabupaten yang mempunyai potensi lahan budidaya tambak terbesar kedua di Provinsi Jawa Timur setelah Kabupaten Gresik. Dengan potensi lahan budidaya tambak di Kabupaten Sidoarjo sebesar 15.513 hektare.

Lahan budidaya tambak terbesar, salah satunya terletak di Kecamatan Jabon. Yang menarik di Kecamatan Jabon mempunyai keunggulan spesifik komoditas rumput laut jenis Glacilaria yang bisa tumbuh dan berkembang di wilayah tambak . Oleh karenanya, Kementerian Kelauatan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) bakal membuat suatu model kampung budidaya rumput laut di Kabupaten Sidoarjo. Hal ini ditegaskan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu.

Menurutnya, upaya dicanangkannya kampung budidaya rumput laut di Sidoarjo untuk memberdayakan tambak-tambak tradisional yang sudah tidak dapat lagi berproduksi seperti di Dusun Tanjungsari, Desa Kupang, Kecamatan Jabon. Maka dari itu, saat ini masyarakat di Kecamatan Jabon secara masif mengembangkan rumput laut jenis Gracilaria.

Baca Juga: Mudahkan Pelaku Usaha, Kinerja Layanan KKP Diapresiasi

Kurang lebih 99% masyakarat di Kecamatan Jabon berdasarkan informasi yang diperoleh, penghasilan utamanya dari budidaya rumput laut. Dan rumput laut jenis Gracilaria sendiri sangat potensial baik untuk pasar dalam negeri maupun ekspor. “Dasar dari ini lah makanya kami mencetuskan untuk membuat kampung budidaya rumput laut di Sidoarjo,” tegas Dirjen yang akrab disapa Tebe ini.

Ditambah lagi, kelompok pembudidaya rumput laut di Kecamatan Jabon ini telah banyak yang berhasil mengembangkan budidaya rumput laut jenis Gracilaria. Jenis rumput laut yang biasa disebut "agar-agar" ini bahkan telah berhasil dikembangkan menjadi berbagai jenis varian produk olahan makanan.

”Ini menambah keyakinan kita bersama bahwa program kampung budidaya rumput laut di Kecamatan Jabon nantinya akan bisa berjalan dengan baik,” tambah Tebe.

Adapun rumput laut Gracilaria sendiri merupakan salah satu alga merah penghasil agar-agar dengan kandungan agar yang dapat berfungi sebagai pengental dan pengemulsi makanan, obat-obatan, kosmetik, kertas, dan lainnya. Serta kebutuhan agar dunia terus meningkat setiap tahunnya.

“Usaha sangat potensial, ditambah lagi naiknya permintaan produk rumput laut Gracilaria dan dibarengi dengan harga yang tinggi. Tentu saja ini akan memicu masyarakat untuk menggeluti usaha ini,” ujar Tebe.

Bukan itu saja, Gracilaria dapat dibudidayakan secara polikultur, salah satunya dengan ikan bandeng, dibudidayakan dalam 1 tambak, tentunya menjadi nilai tambah bagi pembudidaya. Tambak-tambak idle yang sudah tidak lagi produktif, kita geser menjadi tambak ikan nila salin atau rumput laut.

“Kampung budidaya rumput laut ini akan jadi pionir, dan harapannya nanti bisa ditiru oleh kecamatan lainnya,” ujar Tebe lagi.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Sumber: Rilis

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Main di Sungai, 2 Anak di Cirebon Tenggelam

Selasa, 5 Juli 2022 | 20:46 WIB

Akademisi Puji Politik Kerja Andre Rosiade

Senin, 4 Juli 2022 | 17:54 WIB
X