Adanya Partai Mahasiswa Indonesia, Pengamat: Status Agen Perubahan Hilang

- Minggu, 24 April 2022 | 13:35 WIB
Ratusan mahasiswa dari aliansi BEM Sumatera Barat mendatangi Kantor Gubernur Sumbar.
Ratusan mahasiswa dari aliansi BEM Sumatera Barat mendatangi Kantor Gubernur Sumbar.

HARIAN HALUAN - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad kabarnya mengatakan saat ini ada dua partai politik baru. Salah satu di antara partai politik yang dimaksudkannya itu yaitu Partai Mahasiswa Indonesia. Sementara itu satu partai lainnya, yakni Partai Buruh.

Maklum saja, belakangan mahasiswa sering turun ke jalan karena mengkritik soal kenaikan BBM, bahan pokok hingga minyak goreng.

Ahli hukum tata negara sekaligus pengamat politik Indonesia, Refly Harun menyikapi soal kabar terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia. Ia menyinggung beberapa hal terkait terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia.

Adapun yang pertama, ia menyinggung soal landasan ideologis para mahasiswa yang akan tergabung dalam partai politik. Sebab, menurutnya, ketika mahasiswa itu sudah selesai menempuh masa kuliahnya maka Partai Mahasiswa Indonesia yang terbentuk bukan lagi bagian dari partai mahasiswa, melainkan partai politik pada umumnya.

Baca Juga: Teriakkan Jokowi 3 Periode, Refly Harun: Kenapa Tidak Sekalian Seumur Hidup?

"Jadi kalau mahasiswa membentuk partai politik itu justru menyalahi kodratnya, kenapa? Karena status mahasiswa itu temporary, hanya sementara waktu, padahal partai politik tidak dimasukkan untuk sementara waktu, partai politik itu kalau bisa seterusnya, sampai mati," ujar Refly Harun seperti dikutip Harian Haluan di Pikiran-Rakyat.com.

"Orang masuk partai politik kan harus ada landasan ideologisnya. Nah bagaimana misalnya dia sudah selesai, tiba-tiba dia tidak lagi mahasiswa tapi tetap menjadi bagian dari partai mahasiswa. Ya bisa aja, ya bisa sih, tapi lama-lama partai umum aja sifatnya. Itu yang pertama," tambahnya.

Selain itu, Refly Harun juga menyinggung soal eksistensi mahasiswa dengan terbentuknya Partai Mahasiswa Indonesia.

Menurutnya, mahasiswa bukanlah pihak yang sudah matang, melainkan manusia yang sedang berproses. Kata Refly Harun, mahasiswa akan terlibat dalam perjuangan bangsa dan negara dengan berbagai status yang dilekatkan kepada mereka.

"Sebagai apa? Sebagai orang mengatakan sebagai agent of change ya, sebagai agent of development, sebagai moral force, macam-macamlah status yang dilekatkan ke mahasiswa," katanya.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X