Kementan Pantau Gelar Pangan Murah di Lamongan, Ketersediaan Beras Surplus

- Selasa, 26 April 2022 | 12:13 WIB
Direktur Serealia Ismail Wahab mengecek ketersediaan pangan
Direktur Serealia Ismail Wahab mengecek ketersediaan pangan

HARIAN HALUAN - Sebagai langkah memastikan ketersediaan pangan selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memerintahkan semua jajarannya turun ke lapangan untuk melakukan validasi dan faktualisasi kondisi di lapangan.

Seperti halnya di Jawa Timur tepatnya di Kabupaten Lamongan pada hari Senin kemarin (25/4) dilakukan gelar pangan murah. Direktur Serealia Ismail Wahab yang hadir mengatakan gelar pangan murah dalam rangka memberikan jaminan stok pangan pokok terhadap masyarakat dan ini sudah dilakukan beberapa kali di Jawa Timur, terutama di Lamongan.

"Perlu saya sampaikan bahwa Jawa Timur memang allhamduliah menurut data kami juga pada paparan Pak Menteri di depan komisi IV DPR menyampaikan bahwa peta kita di Jawa Timur relatif aman. Insya allah sampai 5 bulan ke depan masih cukup," ungkap Ismail.

Baca Juga: Kementan Gelar Pangan Murah di Samarinda untuk Stabilkan Harga Pangan hingga Lebaran

Pada acara ini, Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian Jawa Timur, Pudjiati Ningsih mengatakan gelar pangan murah berkualitas ini sudah dilakukan di 12 titik di Jatim, dan pada bulan ramadhan ini sudah 5 kali di Tuban, Bojonegoro, Nganjuk, Probolinggo dan yang terakhir di Lamongan ini.

"Untuk komoditi yang kami sediakan ada 9 bahan pokok dan kita juga kerjasama dengan UMKM di Kabupaten yang kita kunjungi serta kita kerjasama juga dengan BUMN untuk ketersediaan pangan di Jawa Timur sampai dengan saat ini dalam keadaan aman dan bisa bertahan 5 bulan ke depan. Jadi insalallah Jawa Timur ketersediaan pangan dalam keadaan aman dan tersedia," ujarnya.

Pudjiati menjelaskan harga minyak setelah harga subsidi pemerintah dicabut bisa mencapai Rp 25 ribu per liter dan dengan gelar pangan ini ia berharap bisa mengadakan subsidi bekerjasama dengan RNI dengan harga per liternya Rp 19.000.

"Untuk transaksi selama bulan ramadhan tiap kabupaten rata-rata untuk beras dan gula pasir mencapai 1,5 sampai 2 ton, dan yang paling laku dan paling di cari yaitu minyak goreng," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lamongan, Sukriyah mengungkapkan stok 12 bahan pokok semuanya tersedia dan bahkan dari kebutuhan dan ketersediaan masih surplus sehingga sampai 5 bulan kedepan Insya allah masih bisa tercukupi. Apalagi kabupaten Lamongan sebagai penghasil beras terbesar ini merupakan bahan pokok, Lamongan termasuk nomor 1 di Jawa Timur sebagai pemasok beras juga no 5 secara nasional.

Halaman:

Editor: Adhi Widharta

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X