Cuaca Ekstrim Saat Liburan, BMKG Minta Wisatawan Perhatikan Ini

- Rabu, 4 Mei 2022 | 16:26 WIB
Cuaca ekstrim masih melanda daerah Indonesia (Ardhi)
Cuaca ekstrim masih melanda daerah Indonesia (Ardhi)

HARIAN HALUAN - Selama periode libur lebaran, kondisi cuaca Sumatera Barat cenderung ekstrim karena dipengaruhi peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau Yudha Nugraha ketika dihubungi HarianHaluan.com pada Rabu 4 Mei 2022.

Menurutnya, karakteristik peralihan musim hujan ke kemarau atau musim pancaroba yakni udara masih lembab, namun curah hujan relatif lebih singkat. Selain itu, ciri-cirinya yakni adanya fenomena cuaca seperti hujan lebat serta angin kencang hingga badai. Diperkirakan, musim kemarau mulai terjadi pada Bulan Juni atau Juli

Baca Juga: Hasil Perhitungan, BMKG: Hilal 1 Mei 2022 Bisa Cetak Rekor Dunia Baru

"Pada saat musim pancaroba, kondisi atmosfir cenderung lebih lembab, mengindikasikan banyaknya uap air. Namun, kondisi suhu lebih hangat, mengakibatkan uap air yang terkumpul semakin jenuh sehingga memudahkan pembentukan awan," kata Yudha Nugraha.

Ia melanjutkan, proses tersebut menimbulkan fenomena cuaca yang dapat berbeda jauh antara siang dengan malam harinya.

"Kondisi cuaca dari akhir April hingga awal Mei ini memang karakteristiknya kondisi cuaca pada siang hari cenderung agak terik dan lembab, terkadang sudah ada pertumbuhan awan dan pada malam harinya, memang pada beberapa daerah ada kecenderungan terjadi hujan hingga dini hari atau pagi hari," ujarnya.

Baca Juga: BMKG: Potensi Tsunami Akibat Erupsi Gunung Anak Krakatau Mulai Menurun

Menururnya, kondisi ini bertahan hingga 3-4 hari ke depan dan kondisi ini juga dipengaruhi fenomena bernama Osilasi Madden Julian.

Halaman:

Editor: Ade Suhendra

Tags

Terkini

Pemerintah Indonesia Raih Blue Park Awards

Sabtu, 2 Juli 2022 | 17:37 WIB
X